nusabali

Ramai-ramai Ngayah Bantu Persiapan Upacara Ngabel Kinembulan

Jurus Perkumpulan Pelukis Baturulangun Desa Batuan, Kecamatan Sukawati dalam Melestarikan Seni

  • www.nusabali.com-ramai-ramai-ngayah-bantu-persiapan-upacara-ngabel-kinembulan

Upacara Ngaben Kinembulan di Desa Batuan dilaksanakan 4 tahun sekali. Untuk ngaben tahun ini puncaknya digelar pada Anggara Umanis Wayang, Selasa, 3 Agustus 2021, diikuti 28 sawa dan 100 sekah dari 5 banjar

GIANYAR, NusaBali

Perkumpulan Pelukis Baturulangun Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar tetap berkarya meski dalam situasi pandemi Covid-19. Perkumpulan pelukis gaya Batuan ini aktif melukis di studio maupun di rumah masing-masing. Mereka juga sempat ngayah ramai-ramai untuk membantu persiapan upacara Ngaben Kinembulan.

Puluhan pelukis yang tergabung dalam Perkumpulan Baturulangun Batuan ini ngayah melukis sarana upakara Panca Yadnya untuk bantu persiapan upacara Ngaben Kinembulan, di Wantilan Pura Dalem Alas Arum, Desa Batuan, Senin (19/7) malam. Sesuai keahlian masing-masing, para pelukis ini bantu menggambar sarana upakara baik di atas kain, melukis prerai, maupun sarana petulangan.

Penasihat Perkumpulan Pelukis Baturulangan, I Made Sujendra, mengatakan aktivitas ngayah ini merupakan bagian upaya pelestarian seni yang sesungguhnya. "Fungsi seni dan pelestarian seni di Bali esensinya memang untuk persembahan keagamaan. Walau tidak ada pariwisata, seni di Bali tetap eksis," jelas Sujendra.

Sujendra menyebutkan, wisatawan yang kemudian tertarik dengan kesenian di Bali, membawa nilai ekonomis. Namun, apa yang dilakukan para pelukis Baturulangan Batuan tidak mengurangi esensi pelestarian seni lewat aktivitas ngayah. Termasuk pula ketika pariwisata terpuruk seperti saat pandemi Covid-19 ini, pelestarian seni tetap mereka jalankan.

"Kadang orang keliru menganggap berkesenian hanya untuk pariwisata. Padahal, ngayah ini yang sejatinya pelestarian seni, sebagai persembahan kepada leluhur, kepada Tuhan," terang pelukis asal Banjar Dentiyis, Desa Batuan ini.

Menurut Sujendra, Perkumpuan Pelukis Baturulangun Batuan selama ini aktif terjun ke masyarakat untuk ngayah melukis sarana upacara Panca Yadnya, termasuk Pitra Yadnya sepert ngaben. Pasalnya, upacara Panca Yadnya tidak terlepas dari seni lukis. Sedangkan kesehariannya, mereka melukis gaya Batuan di studio maupun di rumahnya masing-masing

Paparan senada juga disampaikan Ketua Perkumpulan Pelukis Baturulangun Batuan, I Ketut Sadia. Menurut Ketut Sadia, upaya pelestarian seni juga diturunkan kepada generasi muda di Desa Batuan lewat pelatihan melukis. Yang menggembirakan, pelatihan melukis tersebut sangat diminati oleh anak-anak usia SD dan SMP.

Sedangkan dalam kegiatan ngayah bantu persiapan Ngaben Kinembulan, kata Ketut Sadia, para pelukis Perkumpulan Baturulangun Batuan bantu melukis 19 unit petulangan, ratusan prerai sekah, dan sarana terkait lainnya. "Kami ngayah setiap sore pada waktu luang," jelas Sadia.

Puncak upacara Ngaben Kinembulan di Desa Batuan akan dilaksanakan pada Anggara Umanis Wayang, Selasa, 3 Agustus 2021 mendatang. Menurut Ketua Umum Panitia Ngaben Kinembulan, I Wayan Sudha, upacara Pitra Yadnya ini diikuti 28 sawa dan 100 sekah dari 5 banjar di Desa Batuan, yakni Banjar Jeleka, Banjar Peninjoan, Banjar Jungut, Bajjuar Delod Tunon, dan Banjar Pekandelan.

"Upacara Ngaben Kinembulan ini kami laksanakan 4 tahun sekali," jelas Wayan Sudha yang juga Kabid Penagihan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gianyar.

Sudha menyebutkan, yang berbeda dalam pelaksanaan Ngaben Kinembulan dibanding tahun-tahun sebelumnya adalah penerapan protokol kesehatan ketat, karena berlangsung di tenganh pandemi Covid-19. "Banten dibuat oleh serati di rumah masing-masing, sehingga tidak terjadi kerumunan. Karenanya, saat hari H nanti tinggal didistribusikan," terang Sudha. *nvi

Komentar