nusabali

Tujuh Kawasan Perkotaaan Dinyatakan Kumuh

  • www.nusabali.com-tujuh-kawasan-perkotaaan-dinyatakan-kumuh

Enam kelurahan dan satu desa di wilayah perkotaan SIngaraja masuk kategori kumuh dan dijadikan sasaran pengentasan kekumuhan.

SINGARAJA, NusaBali
Tahun 2016, tercatat ada 14 desa dan kelurahan yang masuk dalam daftar kumuh. Enam kelurahan dan satu di antaranya ada di Kecamatan Buleleng. Kawasan tersebut ditargetkan tuntas pada tahun 2019 mendatang melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang merupakan program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera).

Asisten Koordinasi Kota Gede Arnawa, yang ditemui dalam acara eksibition sosialisasi program Kotaku di Pantai Penimbangan Sabtu (31/12) mengatakan keenam kelurahan dan satu desa itu meliputi Kelurahan Kampung Bugis, Kelurahan Kampung Kajanan, Kelurahan Kampung Baru, Kelurahan Kampung Singaraja, Kelurahan Penarukan, Kelurahan Banyuning dan Desa Pengelatan.

Ketujuh wilayah di kawasan Kota itu menjadi fokus pengentasan wilayah kumuh yang ditarget tahun 2019 mendatang. Selain juga sejumlah wilayah yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Buleleng. “Kalau di Kecamatan Buleleng ada seluas 37,48 hektare lahan kumuh yang ada selama ini dari total luasan di Buleleng sebanyak 94 hektare,” ujar Arnawa.

Selain enam kelurahan dan satu desa di Kecamatan Buleleng, 22 desa dan kelurahan lainnya ada dalam zona pencegahan wilayah kumuh. Hingga saat ini program Kotaku yang sudah diterbitkan awal tahun 2016 mendatang baru sebatas pendataan dan pemetaan.

Sehingga ke depannya pada tahun 2017 mendatang pihaknya yang bersinergi dengan Pemkab Buleleng dapat memulai langkah nyata untuk menangani masalah kumuh di Kota Singaraja. Baik dari peningkatan kulaitas permukiman, sanitasi dan drainase serta pengadaan saluran air bersih untuk wilayah desa dan kelurahan target yang masuk dalam pemetaan.

Sementara itu dalam pengentasan masalah kekumuhan di Buleleng tidak cukup dilakukan oleh pemerintah. Pihaknya pun menegaskan seluruh program harus didukung oleh masyarakat dan seluruh lapisannya. Sehingga di awal program pengentasan kawasan kumuh, pihaknya terus melakukan sosialisasi pengenalan program kepada masyarakat.

Seperti yang acara eksibisi yang dilakukan di penghujung tahun 2016 lalu. Pendamping Kotaku beserta masyarakat melakukan sejumlah kegiatan bersama seperti donor darah dan sejumlah lomba lainnya sembari menyambut tahun baru 2017. *k23

Komentar