nusabali

Kodam IX/Udayana Bangun Pompa Hidran di Desa Gobleg

Atasi Masalah Air di Banjar Dinas Asah

  • www.nusabali.com-kodam-ixudayana-bangun-pompa-hidran-di-desa-gobleg

SINGARAJA, NusaBali
Kodam IX/Udayana memutuskan untuk membantu membangun pompa hidran di Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng.

Pompa hidran tersebut dibangun untuk mengatasi masalah air bersih khususnya di Banjar Dinas Asah, Desa Gobleg. Bangunan tersebut diresmikan oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Senin (10/5) pagi.

Mayjen Maruli dalam sambutannya mengatakan di wilayah Kodam IX/Udayana yang meliputi Bali dan Nusa Tenggara masih banyak daerah yang kesulitan air bersih. Kodam IX/Udayana langsung melakukan pemetaan dan memberikan solusi dengan membangunkan pompa hidran. Khusus untuk wilayah Bali, Kodam IX/Udayana berencana membuat 24 titik pompa hidran. Salah satu yang sudah dikerjakan adalah pompa hidran di Banjar Dinas Asah, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng.

“Kami sudah punya data, sekitar 168 titik untuk Bali-Nusra, di Bali ada 24 titik. Kami juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait, mudah-mudahan ini bisa jadi maksimal. Kita sudah merencanakan semua agar pada musim kering nanti masyarakat yang memerlukan air bisa mendapatkan air dengan baik,” kata Mayjen Maruli.

Dia mengatakan pembangunan pompa hidran yang dibangun di 8 titik prosesnya cukup menantang. Hal tersebut dikarenakan lokasi pompa berada di bawah dinding tebing. Situasi dan kondisi itu membuat anggota TNI dan masyarakat yang bahu membahu mengerjakan proyek air bersih ini, harus berjuang lebih keras. Namun dengan kegigihan semua pihak, pompa hidran dapat diselesaikan.

Mayjen Maruli mengimbau kepada Danramil, Babinsa, dan Perbekel Gobleg untuk merancang sistem pemeliharaannya. Dia berharap selalu ada pengontrolan pompa untuk meyakinkan alat tersebut tetap bekerja. “Mudah-mudahan alat ini dapat awet dan bertahan lama. Saya juga mengapresiasi kebersamaan TNI dengan masyarakat yang sudah memelopori usaha mengatasi kesulitan masyarakat sekelilingnya,” ucap Mayjen Maruli.

Perbekel Gobleg I Komang Semarajaya, mengucapkan terima kasih kepada Pangdam IX/Udayana yang telah memberikan bantuan pompa hidran untuk masyarakatnya. Dia mengatakan kondisi air bersih di desa empat banjar itu sejauh ini hanya terkendala di Banjar Dinas Asah. Satu banjar yang memiliki jumlah penduduk terbanyak. Sebanyak 1.077 KK dari total 2.135 KK warga Desa Gobleg memang mengalami kendala distribusi air bersih. Sebagian penduduk Banjar Dinas Asah g sejauh ini memanfaatkan pengelolaan air bersih dari UPS Danau Tamblingan. Sebagian lagi membentuk kelompok-kelompok kecil dan membangun jaringan dari sumber mata air yang ada di sekeliling mereka. Pemanfaatan air bersih yang dikelola oleh UPS ini sudah dilakukan sejak 2003 silam.

“Yang di Banjar Asah dikelola UPS Danau Tamblingan ini biaya operasionalnya cukup tinggi karena menggunakan pompa listrik yang mencapai Rp 15 juta sebulan. Kalau yang di tiga banjar lainnya yakni di Banjar Unusan, Banjar Tengah, dan Banjar Jembong itu aman dilayani BUMDes memakai sistem gravitasi. Sehingga bantuan dari Kodam ini sangat bermanfaat untuk meratakan layanan air bersih di desa kami,” ucap Semarajaya.

Delapan titik pompa hidran, menurut Semarajaya, dapat mengangkat air  dari sumber yang dinamai Margalangu ke reservoir sebanyak 50 meter kubik. Semarajaya pun berharap setelah pompa hidran dapat difungsikan maksimal akhir bulan ini, Dinas PUTR Buleleng dapat membantu pengembangan pipa jaringan airnya. Sehingga sebagian penduduk Banjar Asah yang mendapatkan air dari kelompok-kelompok kecil dapat mendapatkan layanan air bersih secara merata. *k23

Komentar