nusabali

FPTI Jajaki Try Out ke Jambi

  • www.nusabali.com-fpti-jajaki-try-out-ke-jambi

DENPASAR, NusaBali
Tim panjat tebing PON Bali berencana mengikuti try out pada kejuaraan panjat tebing Walikota Cup Jambi, pada 2-3 Juni.

Saat ini FPTI Bali baru penjajakan untuk melihat kualitas para peserta di kejuaraan tersebut. Sebab, FPTI Bali akan menerjunkan atlet PON di kejuaraan tersebut.

Ketua Umum Pengprov FPTI Bali Putu Yudi Atmika mengatakan, kejuaraan Walikota Cup di Jambi itu sebenarnya bagus jadi ajang try out tim panjat tebing Bali sebelum turun di PON XX/2021 di Papua. Hanya saja, kata Yudi Atmika, pihaknya masih menjajaki gengsi dan kualitas even tersebut.

"Kami akan menjajaki pesertanya, apakah atlet PON dari provinsi lain atau tidak. Kalau bukan atlet PON yang ambil bagian ya kami mempertimbangkan tidak ikut. Pasalnya tim panjat tebing PON Bali kalau try out itu mencari lawan yang seimbang atau lebih di atas, sehingga bisa jadi tolok ukur tim yang sudah enam bulan lebih menjalani Puslatprov FPTI Bali,” kata Yudi Atmika.

Menurutnya, kalau tim-tim papan atas panjat tebing PON ambil kejuaraan di Walikota Cup Jambi, maka Bali kemungkinan besar bakal ambil bagian. Mereka yang masuk tim-tim papan atas itu, diantaranya DKI Jakarta, Papua, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

“Kalau mereka tidak ambil bagian ya kami ikut absen untuk menghemat tenaga, waktu dan biaya. Karena itulah kami jajagi dulu,” beber Yudi Atmika, yang ASN di Pemkab Badung itu.

Dia melihat kualitas peserta dengan menanyakan keikutsertaan tim atlet panjat tebing PON provinsi di daerah kepulauan Jawa lebih dulu. Hal  itu menjadi tolak ukur pertama, karena dia ingin tim Bali mendapat lawan yang sepadan. Apalagi persaingan yang diinginkan pertarungan antar atlet PON.

Yudi Atmika menambahkan, pihak FPTI Bali baru saja melakukan degradasi terhadap satu  atlet atas nama Ponti Hardiyanto digantikan atlet muda potensial Himalaya dari Pengkab FPTI Kabupaten Badung. Jadi atlet PON Panjat Tebing Bali saat ini tetap 8 atlet, yakni Temi Teli Lasa, Rifaldi Ode Ridjaya, Himalaya, Julianto Prasetyawan, Danes Devrian Sandehang, Made Wisnuyasa, Nadya Putri Virgita dan Desak Made Rita Kusuma Dewi. *dek

Komentar