nusabali

Pelaku Pariwisata dan Warga Desa Penyangga The Nusa Dua Jalani Vaksinasi Covid-19

  • www.nusabali.com-pelaku-pariwisata-dan-warga-desa-penyangga-the-nusa-dua-jalani-vaksinasi-covid-19

MANGUPURA, NusaBali.com – Upaya mewujudkan kawasan Nusa Dua sebagai zona hijau atau lokasi bebas Covid-19 di Bali terus dilakukan dengan program vaksinasi Covid-19.

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) melanjutkan vaksinasi bagi pelaku pariwisata di The Nusa Dua pada Rabu (5/5/2021). Bukan itu saja, warga di kawasan penyangga destinasi pariwisata ini juga menjalani vaksinasi, yakni, Desa Adat Bualu, Desa Adat Peminge dan Desa Adat Kampial.

Vaksinasi yang diselenggarakan di Ayodya Resort Bali ini ditujukan bagi mereka yang belum mendapatkan vaksinasi karena terkendala faktor medis pada program sebelumnya. “Total ada 737 orang yang menjalani vaksinasi dosis pertama ini,” kata Managing Director The Nusa Dua, I Gusti Ngurah Ardita, Jumat (7/5/2021).

Pelaksanaan vaksinasi ini dikoordinir oleh ITDC, bekerjasama dengan Kelurahan Benoa, Satgas Covid-19 Kelurahan Benoa, Puskesmas Kuta Selatan serta Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dan manajemen Ayodya Resort Bali.  Sementara itu Dinas Kesehatan Kabupaten Badung menerjunkan 8 tim yang terdiri dari 48 tenaga kesehatan.

Pelaksanaan kegiatan vaksinasi ini ditinjau langsung oleh Anggota DPD RI Komite III yang membidangi kesehatan, pariwisata, pendidikan serta agama dan budaya AA Gde Agung. Terlihat hadir juga General Manager Ayodya Resort Bali Martin Aeschlimann, Lurah Benoa I Made Karang Subawa, Ketua Satgas Covid-19 Kelurahan Benoa I Wayan Ambara Putra serta Kepala Puskesmas Kuta Selatan dr Sastrawan. 

Dalam peninjauan ini, anggota DPD RI melihat proses vaksinasi mulai dari pengecekan suhu tubuh, registrasi, QR Check-in, screening, vaksinasi, observasi, penerimaan sertifikat hingga QR Check Out.  

Seperti diketahui, The Nusa Dua bersama Ubud dan Sanur telah dicanangkan pemerintah sebagai Green Zone atau kawasan bebas Covid-19 dalam upaya menghidupkan kembali pariwisata Bali. Green Zone diwujudkan untuk  membuat wisatawan merasa aman dan nyaman saat berwisata, baik karena penerapan protokol kesehatan yang ketat maupun vaksinasi menyeluruh terhadap masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di zona atau kawasan tersebut berikut desa-desa penyangganya. 

Ketiga Green Zone pariwisata di Bali ini dicanangkan dalam upaya membentuk travel bubble atau travel corridor arrangement yang diharapkan dapat mempercepat pemulihan pariwisata di tengah pandemi dengan mendatangkan turis mancanegara. 

Penerapan protokol kesehatan di kawasan The Nusa Dua sendiri, kata Ardita, dipastikan telah mengikuti standarisasi yang ditetapkan pemerintah melalui sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI bagi kawasan maupun tenant yang beroperasi di dalam kawasan. 

Bersamaan dengan sertifikasi CHSE tersebut, para tenant sekaligus mendapatkan Labelling Indonesia Care dari Kemenparekraf berupa sertifikat serta stiker ‘I DO CARE’ yang dipasang pada lobi, reception, restoran maupun toilet hotel. Labelling ini diberikan kepada usaha pariwisata yang dinilai sudah memenuhi protokol CHSE untuk beroperasi pada tatanan kehidupan era baru, sehingga dapat dipercaya oleh wisatawan untuk dikunjungi atau beraktivitas di tempat-tempat tersebut. 

“Dengan program vaksinasi secara menyeluruh, kolaborasi dengan berbagai pihak serta sertifikat CHSE yang telah dikantongi oleh tenant kami, The Nusa Dua siap menjadi green zone atau destinasi pariwisata bebas Covid-19 yang aman dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan,” terang Ardita. 

Sebelumnya The Nusa Dua juga sudah menggelar vaksinasi dosis pertama yang diikuti sebanyak 8.592 
pelaku pariwisata . “Kami mendukung penuh program pemerintah dalam mempercepat laju pemberian vaksin tidak hanya untuk seluruh pekerja pariwisata di kawasan The Nusa Dua melainkan juga untuk masyarakat desa penyangga di kawasan The Nusa Dua,” tutup Ardita. 

Komentar