nusabali

Dishub Pasang CCTV di 5 Traffic Light

Pelanggar Lalin Dikendali dan Terekam Otomatis

  • www.nusabali.com-dishub-pasang-cctv-di-5-traffic-light

TABANAN, NusaBali
Dinas Perhubungan  (Dishub) Tabanan memasang CCTV (closed circuit television camera) dengan jaringan fiber optic di lima titik traffic light di wilayah Tabanan.

CCTV tersebut terintegrasi dengan area traffic control system (ATCS) di Kantor Dishub Tabanan.  Pengoperasian ATCS itu diresmikan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Rabu (5/5). Kepala Dishub Tabanan I Gusti Ngurah Darma mengatakan, fungsi ATCS ini untuk menyampaikan informasi dan mengendalikan kondisi lalu lintas di lima titik tersebut. Sejumlah warga yang tak menggunakan helm, tak menggunakan masker, dan melanggar marka jalan bisa dipantau dari CCTV tersebut.

Menurut data Dishub Tabanan, lima titik CCTV yang sudah dipasang yakni di Simpang Wagimin, Kediri, Kasih Ibu, Dukuh, dan Simpang Yeh Gangga. Seluruh CCTV langsung terintegrasi dengan ATCS di Kantor Dishub Tabanan. Alat ini dikelola oleh belasan operator mulai pukul 07.00 - 22.00 Wita.

Kata Ngurah Darma, selain mengendalikan kondisi lalu lintas, alat ini juga dapat membantu menciptakan Road Safety Partnership Action (RSPA) yang merupakan program dari Polri. Program ini untuk menekan angka lalulintas.

Kata dia, ada 12 petugas yang disiapkan untuk operasi ATCS. Mereka akan bekerja selama 15 jam di kantor dengan bergantian. Namun, segala aktivitas yang terjadi di lima titik tersebut tetap terekam selama 24 jam penuh. Sebab, kejadian yang kemungkinan memerlukan tambahan data/gambar bisa dicek melalui CCTV tersebut.

Beberapa tugas para operator diantaranya memantau dan mengendalikan dari kantor. Mengendalikan dalam artian arus lalulintas berjalan dengan lancar, ketika ada kemacetan harus melakukan pengalihan. Kemudian di luar itu juga ada sosialisasi terkait keselamatan pengguna jalan. "Alat ini bekerja 24 jam memantau situasi di daerah yang terpasang CCTV," tegasnya.

Menurut dia, alat tersebut didapat berkat bantuan dari Kemenhub melalui Balai Wilayah Darat senilai Rp 5,5 miliar. Sifatnya adalah hibah barang. Bahkan setelah mendapat bantuan alat di 5 titik terarbut, dia sudah mengusulkan kembali 6 titik lainnya ke Kemenhub. Usulan tersebut kini masih dalam tahap pembahasan. Usulan ini diharapkan disetujui pada tahun 2022.

"Kami usulkan melalui bantuan teknis proyek Kemenhub. Itu sudah dibahas saat ini. Usulannya ada penambahan 6 titik. Itu empat titik di jalan provinsi, satu di jalan nasional dan di Terminal Pesiapan satu titik," tandas Darma Utama. *des

Komentar