nusabali

Sepi Turis, KRG Dijadikan Area Riset

  • www.nusabali.com-sepi-turis-krg-dijadikan-area-riset

GIANYAR, NusaBali
Kebun Raya Gianyar (KRG), sering disebut Kebun Raya Pilan terus dikembangkan sebagai tempat wisata dan tempat penelitian flora di kawasan tersebut.

Meski berstatus kebun raya dan objek wisata, belum ada warga atau turis berkunjung ke lokasi ini. Menurut warga yang sempat berkunjung ke KRG di Banjar Pilan, Desa Kertha, Kecamatan Payangan ini, kebun raya tersebut memang belum layak dikunjungi. Karena kondisi objeknya masih jauh dari keberadaan sebebagaimana Kebun Raya di Bedugul, Tabanan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar Ni Made Mirnawati menyebut pengelolaan KRG ada di bawah UPT KRG. UPT ini bertugas merawat, menjaga dan mendampingi bila ada mahasiswa atau akademisi yang melakukan penelitian. "Sekarang kondisinya sudah semakin tertata, namun ekosistem dalam hutan tetap dibiarkan apa adanya," jelas Made Mirnawati, Senin (26/4). Kendati kondisi alamiah dibiarkan alami, namun ada jalan setapak yang tersedia bila ada warga yang ingin menikmati hawa hutan alami.

Disebutkannya, di KRG ini terdapat 163 jenis anggrek dan 165 jenis tanaman lain. "Ada sekitar 300 lebih koleksi tanaman, baik yang merambat, pohon, perdu dan jenis tanaman lain," ungkapnya. Walau demikian, di dalam KRG dipastikan masih ada jenis tanaman yang belum masuk data koleksi. "Saya kira masih ada jenis tanaman yang belum masuk koleksi, mengingat luas dan masih alaminya kondisi KRG," ungkapnya.

Untuk pengelolaan, UPT KRG dikawal oleh 20 tenaga dari berbagai disiplin ilmu. Diakui untuk kunjungan wisata baik domestik masih rendah. Sedangkan untuk penelitian, ada beberapa akademisi yang melakukan penelitian. "Bila ingin melakukan penelitian, silahkan ajukan surat ke UPT KRG, dan penelitian yang sifatnya komprehensif akan mendapat pendampingan dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)," ujarnya.*nvi

Komentar