nusabali

Suardana Respek Kelebihan Rival

KLB Asprov PSSI Bali

  • www.nusabali.com-suardana-respek-kelebihan-rival

GIANYAR, NusaBali
Calon incumbent Ketut Suardana memilih merendah dan respek pada pesaingnya I Made Sudiana.

Meski diunggulkan memenangi Kongres Luar Biasa (KLB) Asprov PSSI Bali pada 23 Mei, Suardana menilai rivalnya memiliki kelebihan. Namun dia enggan enggan membeberkan keunggulan lawan.

"Saya siap maju di KLB, keputusannya ada pada 33 Voter. Silakan voter yang memutuskan," kata Ketut Suardana, Minggu (18/4).

Menurut Suardana, yang bersaing di KLB adalah komunitas pencinta bola di Bali. Mereka rata-rata senang dan ingin mengabdi di sepakbola. Jadi siapapun pilihan voter, itu yang akan menahkodai Asprov PSSI Bali. Kalau dirinya dipercaya voter, Suardana menegaskan, pasti ada kelanjutan program.

“Minimal program empat tahun ke depan lebih menguatkan yang telah dicapai, agar pondasi sepakbola Bali semakin kokoh lagi," kata Suardana.

Menanggapi target raihan voter yang mendukungnya, Suardana memilih tidak membebani 33 voter, dengan jalan menarget berapa persen suara. Namun lebih kepada menyerahkan keputusan pada voter untuk memutuskan.

"Ada tiga tahapan pemilihan di KLB. Pertama voter memilih Ketua Umum, kemudian sesi kedua pemilihan Waketum Asprov, dan sesi ketiga pemilihan anggota Eksekutif Commite," tegas Suardana.

Jika dipercaya kembali, Suardana berharap kontribusi dari klub untuk ditingkatkan. Termasuk kontribusi  Askab dan Askot PSSI di Bali dalam mengembangkan bibit usia dini. Asprov PSSI Bali, katanya, akan menerapkan alur administrasi lebih bagus lagi. Suardana juga menekankan pelatihan untuk pelatih dan wasit diperbanyak, teruama disesuaikan lisensi yang bisa dikeluarkan PSSI Bali.

Sementara dari dua calon Ketua Umum Asprov PSSI Bali, satu calon dipastikan terpental. Sedangkan tiga calon Waketum yang dicari hanya satu orang, sehingga dua orang harus tersisih. Namun etiga kcalon Waketum Asprov PSSI Bali, I Gusti Ngurah Anom Jaksa Saputra, I Wayan Artanayasa, dan Gede Made Anom Prenatha juga melamar sebagai anggota Eksekutif Commite (Exco). Meski tersisih di pemilihan Waketum, dua orang tersebut memiliki kesempatan bertarung di pemilihan anggota Eksekutif Commite. Sedangkan anggota eksekutif commite dicari lima orang dari delapan orang yang mendaftar, 3 dipastikan tersisih.

"Memang begitu regulasinya. Calon Waketum masih bisa maju dan bertarung di anggota Eksekutif Commite (Exo)," jelas Suardana. *dek

Komentar