nusabali

TPST Mengwitani Kebakaran, Dipicu Gas Metana

  • www.nusabali.com-tpst-mengwitani-kebakaran-dipicu-gas-metana

MANGUPURA, NusaBali
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) milik Pemkab Badung di Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, mengalami kebakaran pada Minggu (28/3) sekitar pukul 23.00 Wita.

Informasi sementara, peristiwa kebakaran diduga dipicu oleh gas metana yang timbul dari dalam tumpukan sampah. Beruntungnya petugas TPST Mengwitani, dengan sigap segera melapor kejadian kebakaran tersebut, sehingga Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Badung, bisa langsung turun memadamkan api.

Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Badung I Wayan Wirya, mengatakan, untuk menangani kebakaran di TPST Mengwitani, yang terletak di sebelah barat Terminal Mengwi itu mengerahkan dua unit armada dari Pos Mengwi. Dengan bantuan alat berat untuk mengurai tumpukan sampah, tim berupaya melakukan pembasahan di seluruh area sampah seluas kurang lebih 15 are tersebut. Sejam kemudian, api akhirnya berhasil dipadamkan. “Nggih, sesuai data kejadian, gas metana yang dihasilkan dari tumpukan sampah tersebut merupakan pemicu awal dari kebakaran ini,” kata Wirya, dikonfirmasi Senin (29/3).

Sementara itu, Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Badung Anak Agung Gede Dalem, memastikan tidak ada korban jiwa atau kerugian material yang ditimbulkan. “Yang terbakar cuma tumpukan sampah. Dan sudah diatasi pada saat itu juga,” ujarnya secara terpisah.

Berdasarkan kronologi kejadian, Gung Dalem menjelaskan, kebakaran ini pertama kali diketahui oleh petugas jaga. Saat berpatroli, petugas jaga melihat ada asap mengupul dari tumpukan sampah. Petugas jaga pun langsung berinisiatif untuk menyemprotkan air lewat selang sebagai penanganan pertama. Akan tetapi, karena api terus membesar, akhirnya kejadian ini dilaporkan ke Pos Damkar Badung, yang berada di sebelah timur Terminal Mengwi. Tak butuh waktu lama, tim Damkar Badung tiba dan langsung melakukan pemadaman dengan mengerahkan mobil Damkar.

“Awalnya dilihat ada asap dari tumpukan sampah. Sempat disemprot pake selang, tapi karena terus membesar, petugas kami langsung melaporkan ke petugas Damkar, sehingga bisa cepat ditangani,” jelas Gung Dalem.

Birokrat asal Klungkung itu memastikan bahwa sumber api berasal dari gas metana yang berada di dalam tumpukan sampah. Kemungkinan karena gas panas dan terjadi gesekan sampah yang memicu munculnya api, sehingga terjadilah kebakaran.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, petugas TPST Mengwitani akan ditugaskan untuk lebih intens mengaduk sampah agar gas metana yang berada di bawah tumpukan sampah lebih cepat terurai ke udara. Ini demi meminimalkan terjadinya kebakaran.

“Gas metana memang menjadi potensi kebakaran di sampah. Untuk mengurai gas metan harus diaduk dan disiram, sehingga gasnya ke luar,” tandas Gung Dalem. *ind

Komentar