nusabali

Rumah Mewah Milik Dokter Anak Terbakar

TKP di Jalan Raya Pemogan, Diduga Dipicu Korsleting Listrik

  • www.nusabali.com-rumah-mewah-milik-dokter-anak-terbakar

Saat tim pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian api sudah besar, namun api berhasil dijinakkan dan tak merembet ke rumah warga lainnya.

DENPASAR, NusaBali
Kebakaran hebat melanda rumah mewah milik seorang dokter, Made Widia, 65, yang terletak di Jalan Raya Pemogan Nomor 143, Banjar Dukuh Tangkas, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar, Minggu (28/3) pagi. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.40 Wita. Akibatnya seisi bangunan rumah milik dokter anak ini terbakar.

Seorang warga mengaku bernama Nyoman Sudarsana ditemui di lokasi kejadian kemarin pagi mengatakan api dengan cepat merembet ke semua bagian rumah. Pria yang merupakan tetangga dari dr Made Widia ini mengaku mengetahui adanya peristiwa kebakaran setelah mendengar teriakan dari kamar lantai II pojok belakang sebelah selatan.

Mendengar teriakan itu, Nyoman Sudarsana melihat ke arah sumber teriakan. Dia melihat saat itu api sudah besar. Bahkan api sudah berada di atap rumah. "Rumah saya di selatan tepat di bawah lantai II rumah yang terbakar ini. Melihat api itu saya panik. Soalnya bersebelahan langsung dengan rumah saya. Saya ingin membantu tapi tidak tahu bagaimana caranya," ungkap Nyoman Sudarsana.

Seketika api membesar dan merembet ke seluruh bangunan rumah. Pada saat tim pemadam kebakaran Kota Denpasar tiba di lokasi kejadian api sudah besar. Meski akhirnya tim pemadam berhasil menjinakkan api tanpa merembet ke rumah warga lainnya, namun seisi bangunan tersebut tak tersisa.

"Saya dengar orang-orang bilang ada salah seorang anak pak dokter yang luka bakar. Namun saya tidak tahu kepastiannya. Saya juga tidak melihat ada yang dievakuasi ambulans," tandas Nyoman Sudarsana. Belum diketahui secara persis penyebab kebakaran yang melanda rumah mewah berlantai dua itu. Beberapa warga yang datang menyaksikan peristiwa tersebut mengatakan kebakaran itu diduga dipicu oleh korsleting listrik dari hair dryer. Tatapi informasi tersebut belum bisa dipastikan.

Sementara menantu dari dr Made Widia yang mengaku bernama Dewa mengatakan kerugian akibat peristiwa itu sekitar Rp 1 miliar lebih. Dia mengaku belum tahu secara pasti di mana titik api muncul pertama kali. Pada saat awal kebakaran terjadi semua anggota keluarga berada di lantai I.

Musibah diketahui setelah api sudah membesar. Dewa mengatakan yang pasti api pertama kali muncul di lantai II pojok belakang sebelah selatan. Namun belum diketahui sumber apinya dari mana.

"Kita belum tahu penyebabnya. Mungkin ada percikan api atau apa yang terjadi di lantai II itu kita tidak tahu. Syukurnya kami semua anggota keluarga selamat dari musibah ini," ungkap Dewa.

Dewa mengungkapkan di lantai II itu tidak ada dapur. Di lantai II itu hanya ruang tamu, ruang serbaguna, dan ruang untuk istirahat. "Kami dari keluarga tidak melakukan identifikasi. Sudahlah. Namanya musibah," tandasnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa mengatakan kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Dikatakan luas bangunan yang terbakar kurang lebih 8 are. Sementara luas tanah secara keseluruhan kurang lebih 27 are.

"Untuk menangani kebakaran itu kami kerahkan semua mobil pemadam yang ada di setiap pos. Selain itu juga dibantu oleh tim pemadam kebakaran Kabupaten Badung. Api dinyatakan padam sekitar pukul 11.00 Wita," ungkap IB Joni Arimbawa.

Dikonfirmasi terpisah Kasubbag Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi mengatakan peristiwa kebakaran itu belum ada laporannya. "Saya koordinasi dahulu. Saya belum terima laporan terkait peristiwa tersebut," ujar Iptu Ketut Sukadi singkat. *pol

Komentar