nusabali

Barista Buleleng Unjuk Bakat Angkat Potensi Kopi Lokal

  • www.nusabali.com-barista-buleleng-unjuk-bakat-angkat-potensi-kopi-lokal

SINGARAJA, NusaBali
Sebanyak 15 orang barista (penyaji kopi profesional, Red) unjuk bakat dan berkompetisi menjadi barista terbaik di ajang Lomba Barista Kabupaten Buleleng, Sabtu (20/3), di Gedung Mr Gusti Ketut Pudja eks Pelabuhan Buleleng.

Para peserta lomba di ajang yang digelar Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kabupaten Buleleng, wajib menyajikan kopi kepada dewan juri dengan menggunakan biji kopi Arabica produksi petani Desa Wanagiri.

Ketua Panitia Lomba Barista Dewa Ketut Suardipa, menjelaskan lomba barista ini dilangsungkan DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali. Seleksi di masing-masing kabupaten dilakukan oleh masing-masing DPC. Selanjutnya tiga barista terbaik dari kabupaten/kota se-Bali akan berkompetisi kembali memperebutkan gelar barista terbaik se-Bali.

“Mereka diuji keterampilannya dalam mengolah hingga menyajikan kopi kepada pelanggan. Ajang ini juga memberi kesempatan kepada anak muda Buleleng berkreasi dan berinovasi pada masa pandemi ini,” kata Suardipa yang juga Wakil Sekretaris DPC PDIP Buleleng.

Selain mencetak barista-barista muda di Buleleng, lomba tersebut juga diharapkan bisa mempromosikan kopi produksi petani di Buleleng. “Di tengah carut marut masa pandemi ini, kami melalui barista-barista muda ini berharap bisa membangkitkan petani kopi di Buleleng. Produk petani harapannya dapat terserap oleh barista kita, kemudian diolah dan dijual di angkringan-angkringan yang saat ini menjamur, sehingga dapat menggerakkan ekonomi,” tutur Suardipa.

Empat orang dewan juri yang dilibatkan dalam penilaian menentukan barista terbaik juga diambil dari bidang profesi mereka. Barista terbaik akan dipilih dengan hasil penilaian kopi yang disajikan mulai dari proses pembuatan, penyajian, kreatifitas hingga rasa dari kopi.

Sementara Wakil Ketua DPC PDIP Buleleng Ketut Sedana Putra, menjelaskan kegiatan yang dilakukan merupakan wujud kepedulian partai memperjuangkan petani kopi dan mengangkat ekonomi kerakyatan. Ajang ini, menurut Sedana Putra yang juga Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Buleleng, merupakan kesempatan bagi generasi muda Gumi Panji Sakti berinovasi dengan produk pertanian unggulan setempat yakni kopi.

“Potensi pertanian kopi di Buleleng sangat tinggi. Tetapi selama ini hasil pertanian kopi petani mentah diproses di luar Buleleng, kemudian hasil produksi kita nikmati setelah menjadi barang jadi. Nah, bagaimana hal ini diupayakan agar bisa hasil petani sumber dari kita, kemudian kita mengolah dan menikmati, sehingga mendapatkan dampak yang luar biasa,” ujar Sedana Putra yang juga dokter spesialis kandungan.

Sedana Putra mengajak masyarakat Buleleng untuk mulai mengonsumsi kopi produksi lokal. Ajang yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Buleleng ini akan dijadwalkan menjadi agenda rutin setiap tahun.

Seorang barista, Gede Dandy Darma Kusuma, 19, asal Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, menyatakan sangat bersemangat mengikuti lomba yang baru pertama kali digelar di Buleleng. Meskipun ilmu barista yang dimilikinya baru sekadar di permukaan, namun dia optimistis dapat berhasil mengembangkan bakatnya, terlebih didukung oleh kultur dan lingkungan asalnya yang penuh dengan kopi.

“Saya di rumah ada kebun kopi dan sudah ada usaha roasting juga. Kebetulan sama kakak baru buka angkringan kopi. Cita-citanya punya coffee shop terkenal yang menjual produk kopi dari tempat asal,” ucap pemuda yang masih kuliah di bidang ilmu bartender ini. *k23

Komentar