nusabali

Kolaborasi Pemkab-PDIP Membentuk Wirausaha Muda

Lomba Barista Kopi Bali di Gianyar

  • www.nusabali.com-kolaborasi-pemkab-pdip-membentuk-wirausaha-muda

GIANYAR, NusaBali
Sebagai bentuk keberpihakan kepada petani lokal terutama petani kopi Bali, Pemerintah Kabupaten Gianyar mengadakan Lomba Barista Kopi Bali di Kori Maharani Villa and Resort Gianyar, Sabtu (20/3).

Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra didampingi Wakil Bupati Gianyar   Anak Agung Gde Mayun serta Ketua PKK Kabupaten Gianyar Ny Surya Adnyani Mahayastra, membuka lomba tersebut.

Ketua Panitia I Made Gubag Sudariana mengatakan, Lomba Barista Kopi Bali adalah implementasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Kegiatan ini merupakan sinergi Pemkab Gianyar bersama PDI Perjuangan (PDIP) serangkaian peringatan HUT ke-48 PDIP.

Adapun perlombaan terdiri dari Lomba Barista Kopi Bali, Lomba Cocktail berbahan arak Bali, Lomba Design Kreatif Endek Bali, Desain Kreasi Busana Adat Pakem Bali, dan Lomba Website Aksara Bali. Di samping lomba juga dilaksanakan acara bakti sosial.

Lomba Barista Kopi Bali diselenggarakan berkat kerjasama dengan Indonesia Food and Beverage Executive (IFBEC) dan Indonesia Barista Association (IBA). Peserta lomba berjumlah 15 orang dari kalangan sekolah pariwisata, SMK, hotel, dan profesional yang ada di Kabupaten Gianyar. Dalam lomba ini dicari 3 terbaik sebagai juara yang akan mewakili Kabupaten Gianyar di tingkat Provinsi Bali. Lomba tingkat provinsi rencananya digelar di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, yang merupakan sentra kopi Bali.

Bupati Mahayastra berterima kasih atas terselenggaranya lomba tersebut. Lomba tersebut mengambil konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam melestarikan adat, budaya maupun pembangunan Bali secara menyeluruh dalam satu pola, satu tata kelola, satu pulau.

“Setiap tahun HUT PDI Perjuangan selalu diisi dengan lomba-lomba baik tentang sastra, lingkungan, barista seperti sekarang ini. Saya bangga memimpin PDI Perjuangan ini dari dulu sebelum ada kader, kader yang ditempa melalui proses pendidikan jenjang karier,” ujarnya.

Bupati Mahayastra berpesan kepada peserta lomba serta dewan juri harus serius karena dirinya mempercayakan kepada dewan juri untuk memilih yang terbaik untuk mewakili Kabupaten Gianyar ke tingkat Provinsi Bali. Setelah ini yang menang harus serius dan dididik kembali serta ditambah unsur seni, kolaborasikan dengan seni. “Karena ciri khas Gianyar apapun dikolaborasikan dengan seni,” ujar Bupati Mahayastra. Setelah lomba ini Bupati Mahayastra yakin akan muncul wirausaha-wirausaha muda.

Salah seorang peserta lomba, Ni Luh Gede Merta Yanti yang mewakili kampus Bali Excellent Tourism Academy mengatakan dirinya merasa grogi. Dikarenakan dirinya baru belajar, namun dia akan menunjukkan yang terbaik. Dari segi bahan baku dirinya menggunakan bahan baku kelapa untuk kopi signature/ciri khasnya. Dalam lomba ini dia lebih fokus untuk mengasah skillnya dalam meracik kopi untuk mencari pekerjaan nantinya. Dia juga yakin signature dari kopinya akan bisa diterima oleh pasar nantinya. Sambil mencari bekal, dia berharap bisa ikut berwirausaha di bidang kopi. *nvi

Komentar