nusabali

Jangan Kendor Jaga Fisik

  • www.nusabali.com-jangan-kendor-jaga-fisik

DENPASAR, NusaBali
KONI Bali berharap 261 atlet dari 28 cabang olahraga peraih tiket PON XX/2021 diminta selalu dalam kondisi top performance pada Oktober mendatang.

Meskipun dalam situasi latihan terbatas karena Pandemi Covid-19, namun fisik atlet jangan sampai kendor. Dalam segala keterbatasan harus mampu memanfaatkan apa yang ada dengan semaksimal mungkin. Jadi latihan mandiri di rumah dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Minimal fisiknya jangan sampai kendor.

"Atlet sudah paham kapan harus berada pada fisik top performance. Jadwal bertanding kan tanggal 2-15 Oktober, berarti awal itu sudah bagus fisiknya. Minimalnya fisiknya harus mantap dan jangan sampai kendor," ucap Wakil Sekretaris KONI Bali, Ida Ayu Herawati, Selasa (23/2).

Bagi Dayu Herawati, hebat dari sisi teknik jika fisik tidak kuat jangan bicara juara dulu prestasi. Pada saat sekarang ini, kondisi fisik sangat menentukan untuk meraih prestasi. Seberapa hebatpun tekniknya, jika fisik tidak menunjang, jelas tidak akan berhasil. Logikanya, perintah dengan langkah bisa saja berbeda jika fisiknya tidak bagus.

"Pola pikir kadang-kadang perlu dibolak-balik.  Dalam kondisi seperti ini, minimal fisik harus bagus," kata Dayu Herawati.

Sementara itu salah satu atlet Muaythai PON Bali, Luh Mas Sri Diana Wati bertekad kondisi fisiknya sangat bugar. Bahkan dalam berbagai kesempatan latihan, fisik sudah selalu ditingkatkan. Baik lewat bersepeda maupun dengan berenang. Gowes itu dengan jarak 20 km. Diakui sangat menunjang peningkatan fisik.

Atlet PON lainnya Komang Harik Adi Putra juga bertekad agar fisiknya selalu prima. Latihan kecepatan dan kekuatan otot kaki sudah terus rutin dilakukan dalam arahan pelatih Kepala Tim Pencak Silat PON Bali, I Gusti Made Semarajaya.

Menurutnya, tendangan, pukulan, dan menghindar sudah dilakukan secara berulang-ulang sudah rutin dilakukan setiap latihan. Harapannya bisa lebih gesit dan lincah. Hal ini baik digunakan untuk menghindar, dan balik melakukan serangan terhadap lawan.

"Fisik itu tidak bisa dibohongi, makanya harus siap dulu dari sisi fisik jika ingin mempertahankan medali emas di PON Papua," kata pesilat Kota Denpasar itu. *dek

loading...

Komentar