nusabali

Kepatuhan Pakai Masker di Denpasar 95 Persen

Satpol PP Masih Lihat Masih Banyak Terjadi Kerumunan

  • www.nusabali.com-kepatuhan-pakai-masker-di-denpasar-95-persen

Total denda razia prokes sejak Januari 2021 sebesar Rp 76 juta yang langsung masuk ke kas Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar.

DENPASAR, NusaBali

Selama hampir setahun pandemi Covid-19 di Denpasar, Satpol PP Kota Denpasar mengakui ketaatan masyarakat terhadap penggunaan masker di atas 95 persen. Ketaatan tersebut diperoleh dari tingkat pelanggaran yang ditemukan saat sidak prokes yang gencar dilakukan tim Yustisi Kota Denpasar.

Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, Jumat (12/2) mengungkapkan, tingkat kepatuhan pemakaian masker di Denpasar sudah baik, melebihi 95 persen. Namun yang perlu ditingkatkan adalah terkait kerumunan. Sayoga menyebutkan, masih banyak terjadi kerumunan di beberapa rumah makan, warung, lapak kaki lima, hingga angkringan. Masalah kerumunan ini perlu digenjot karena ini berpotensi mempermudah penyebaran Covid-19.

Menurut Dewa Sayoga, saat ini masyarakat menghadapi ketidakpastian karena pandemi ini. "Selama obat perut lapar belum ada akan terus terjadi pelanggaran. Sehingga kewajiban kami selalu mengingatkan bagaimana penerapan prokes dilaksanakan dengan baik," katanya.

Menurut Dewa Sayoga, jumlah pelanggar saat sidak prokes yang ditemukan dari 1 Januari 2021 hingga 11 Februari 2021 sebanyak 760 pelanggar. Sebanyak 146 orang di antaranya dikenakan denda Rp 100.000 karena tidak memakai masker, 612 lainnya dilakukan pembinaan karena tidak memakai masker dengan benar.

Total denda dari Januari tersebut kata Dewa Sayoga sebesar Rp 76 juta. Denda tersebut langsung masuk ke kas Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar. "Kepatuhan memang sudah meningkat tapi masih saja ada yang melanggar. Padahal sudah dari lama proses ini, mereka alasannya lupa," imbuh mantan Sekretaris Dinas LHK Kota Denpasar ini.

Menurut Dewa Sayoga, penindakan ini bukan semata-mata mencari kesalahan dari masyarakat. Namun, menertibkan masyarakat agar mereka sendiri tidak tertular Covid-19 dari orang lain, begitu juga sebaliknya. Sehingga rantai penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir. *mis

Komentar