nusabali

Tewas Dianiaya Teman Minum Saat Pesta Miras

Peristiwa Maut di Desa/Kecamatan Banjar-Buleleng

  • www.nusabali.com-tewas-dianiaya-teman-minum-saat-pesta-miras

Usai habisi nyawa Kadek Sutarjana, pelaku Ida Kade Suarsana kabur ke kawasan Seririt sampai akhirnya ditangkap di tegalan Desa Bubunan

SINGARAJA, NusaBali

Aksi penganiayaan maut terjadi dalam pesta minuman keras di Banjar Munduk, Desa/Kecamatan Banjar, Buleleng, Senin (8/2) sore. Korbannya adalah Kadek Sutarjana, 53, yang tewas mengenaskan di ha-laman rumahnya setelah dianiaya menggunakan pentungan kayu oleh teman minumnya, Ida Kade Suarsana, 39.

Informasi di lapangan, penganiayaan maut yang menewaskan korban Kadek Sutarjana terjadi Senin sore sekitar sore sekitar pukul 16.30 Wita. Peristiwa berawal ketika korban Kadek Sutarjana pesta minuman keras dan karaoke bersama pelaku Ida Kade Suarsana di teras rumahnya. Nah, saat pesta miras tersebut, terjadi cekcok antara korban dan pelaku.

Tak jelas, apa masalah yang memicu pertengkaran tersebut. Yang jelas, pertengkaran saat pesta miras sore itu diketahui oleh istri korban, Ni Ketut Widani. Cekcok itu sendiri sempat mereda, hingga korban dan pelaku kembali melanjutkan pesta miras. Namun, tak lama kemudian, keduanya kembali cekcok sehingga terjadi perkelahian fisik di halaman rumah korban.

Menurut istri korban, Ketut Widani, sebelum peristiwa penganiayaan berujung kematian suaminya ini, dia sempat diminta pelaku untuk me-masangkan togel. Ketut Widani mengaku diberikan uang sebesar Rp 100.000 oleh pelaku. Sepulang dari pasang togel, Widani mendapati suaminya bertengkar lagi dengan pelaku.

"Selesai disuruh masang togel, saya pulang dan mendapati suami saya dan pelaku terlibat perkelahian. Suami saya saat itu dipukul menggunakan tangan. Kemudian, pelaku mengambil pentongan kayu dan memukulkan ke arah suami saya," tutur Widani sambil tersedu-sedu saat ditemui di lokasi kejadian, Senin sore.

Melihat suaminya dipukuli, Widani yang dalam kondisi ketakutan langsung berlari ke luar rumah sembari berteriak meminta tolong kepada tetangga. Entah apa yang terjadi, saat kembali Widani mendapati suaminya sudah terkapar bersimbah darah di halaman rumah dengan luka berat di bagian kepala.

"Saya tidak tahu ada permasalahan apa suami saya dengan pelaku. Saya juga tidak kenal dengan pelaku, karena baru sekali ini datang ke rumah. Sebelum kejadian, sempat terjadi pertengkaran mulut, namun reda. Saya sempat membawakan camilan berupa telor rebus untuk mereka berdua. Namun, keduanya kemudian cekcok hingga suami saya meninggal," keluh Widani.

Sementara itu, Kapolsek Banjar, Kompol Made Agus Dwi Wirawan, mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dari mayarakat bahwa ada perkelahian di rumah korban. “Kemudian, kami terjun ke lokasi dan mendapati korban sudah meninggal dunia dengan luka serius di bagian kepala," jelas Kompol Agus Dwi saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, tadi malam.

Jenazah korban Kadek Sutarjana kemarin sore langsung dibawa ke RSUD Buleleng di Singaraja untuk dilakukan visum. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, korban penganiayaan ini mengalami luka robek bagian wajah hingga giginya terlepas.

Sebaliknya, pelaku Ida Kade Suarsana sudah diamankan ke Mapolsek Banjar, Senin malam. Menurut Kompol Agus Dwi Wirawan, pelaku sempat melarikan diri ke tegalan di kawasan Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Buleleng setelah menghabisi nyawa korban. Namun, pria berusia 39 tahun asal Banjar Dinas Jajanan, Desa Joanyar, Kecamatan Seririt ini berhasil ditemukan dan ditangkap polisi.

"Pelaku sudah kami amankan, setelah ditemukan di tegalan kawasan Desa Bubunan. Kasus ini masih dalam penyelidikan untuk mengungkap motif sesungguhnya," papar Kompol Agus Dwi Wirawan sembari mengatakan hingga tadi malam pelaku Ida Kade Suarsana belum ditetapkan sebagai tersangka.

Selain menangkap pelaku Suarsana, polisi juga sudah mengamankan barang bukti berupa pentungan kayu sepanjang 50 sentimeter yang digunakan untuk memukul korban hingga tewas. Barang bukti lainnya yang juga diamankan, di antaranya, pecahan pot dan setengah botol minuman arak. "Kami sudah meminta keterangan satu saksi," terang Kompol Dwi Agus Wirawan. *m

Komentar