nusabali

Tangani Jalan Jebol di Kayubuntil, PUTR akan Bangun Tanggul

  • www.nusabali.com-tangani-jalan-jebol-di-kayubuntil-putr-akan-bangun-tanggul

SINGARAJA, NusaBali
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng segera akan melakukan penanganan kerusakan jalan yang dijebol oleh gelombang pasang, di Lingkungan Kayubuntil Barat, Kelurahan Kampung Anyar  Buleleng.

Pemasangan tanggul menjadi alternatif satu-satunya dalam penanganan darurat, sembari menunggu ketersediaan anggaran di APBD Perubahan.

Kepala Dinas PUTR Buleleng Putu Adiptha Eka Putra dihubungi Minggu (31/1) kemarin mengatakan jebolnya jalan sepanjang empat meter dan lebar tiga meter di pinggir pantai utara Buleleng, merupakan aset jalan kabupaten. Sehingga penangananya akan dilakukan Pemkab Buleleng melalui Dinas PUTR Buleleng. Hanya saja anggaran pemeliharaan akibat bencana tak dicantumkan dalam anggaran program. Melainkan harus menunggu paling cepat di anggaran perubahan.

“Sementara akan kami tangani darurat dulu dengan memasang tanggul barupa karung-karung pasir, sehingga untuk sementara jalan aman dulu untuk dilalui dan membendung pengikisan daratan lebih dalam. Nanti penanganan permanen menunggu anggaran perubahan,” kata Kadis Adiptha. Timnya  baru akan melakukan pengukuran dan rincian biaya yang diperlukan untuk perbaikan jalan selebar 4 meter itu.

Kerusakan fasilitasuum akibat gelombang pasang di Buleleng di tahun 2021 ini diakuinya sudah ada dilaporkan beberapa titik. Selain fasum yang menjadi tanggungjawab pemerintah daerah, juga ada beberapa senderan dan penahan abrasi pantai yang dijebol gelombang pasang.

Seperti di pesistr Desa Tangguwisia, Seririt, Lovina hingga pantai Camplung di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng. “Nanti yang kewenangannya BWS kami akan laporkan. Sehingga nanti setelah cuaca gelombang pasang mereka baru akan ditotal semua berapa kerusakan dan memerlukan anggaran berapa,” imbuh dia.

Kadis Adiptha juga mengatakan gelombang pasang yang cukup tinggi tahun ini adalah kejadian yang terjadi merupakan siklus lima tahunan. Kondisi ini pun memicu abrasi yang cukup tinggi daratan yang ada di pesisir pantai Buleleng.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Ida Bagus Suadnyana dikonfirmasi terpisah kemarin, gelombang pasang dan cuaca ekstrem memang terjadi di seluruh Indonesia. Gempuran gelombang pasang jelas akan berdampak pada daerah yang memiliki garis pantai. Tingginya gelombang air laut disebut mantan Kasatpol PP Buleleng ini,  berpatokan dengan perkiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gelombang pasang da cuaca ekstrim diperkiran terjadi hingga akhir Februari mendatang.

Buleleng dengan garis pantai terpanjang di Bali memiliki potensi terdampak gelombang pasang. Meskipun tak separah wilayah yang berbatasan langsung dengan laut selatan. “Kalau di laut utara Bali kita di Buleleng maksimla tinggi gelombangnya 1,5 meter. Lebih kecil dari Bali Selatan yang bisa mencapai 2,5 meter sampai 4 meteran,” jelas Suadnyana.

Mantan Kadisdukcapil Buleleng ini berharap masyarakat yang tinggal di pesisir laut Buleleng tetap waspada. Terutama di wilayah perkotaan hingga Lovina, karena jarak daratan dengan bibir pantai sangat dekat. “Kami sarankan kepada masyarakat tetap rajin mendengar, membaca prakiraan cuaca yang dirilis setiap hari oleh BMKG. Nelayan juga untuk tidak melaut dulu jika situasi tidak memungkinkan. Agar tidak sampai terjadi kembali kejadian nelayan tenggelam seperti di pemuteran tempo hari,” kata dia. *k23

Komentar