nusabali

Pengunjung di Pantai Kedunggu Dirapid Test Antigen

Bocah Terseret Ombak Saat Ritual Banyu Pinaruh di Pantai Lebih

  • www.nusabali.com-pengunjung-di-pantai-kedunggu-dirapid-test-antigen

TABANAN, NusaBali
Puluhan krama yang berkunjung ke Pantai Kedunggu, Desa Belalang, Kecamatan Kediri, Tabanan saat rahina Banyu Pinaruh pada Radite Pahing Sinta, Minggu (31/1), dirapid test antigen oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabanan.

Namun, tidak semua pengunjung pantai dirapid test antigen, melainkan diambil secara acak. Hasilnya, seluruh pengunjung yang dirapid test antigen dinyatakan negatif.

Rapid test antigen bagi pengunjung ini digelar di pintu masuk Pantai Kedunggu, sejak pagi pukul 08.30 Wita. Rapid test antigen tersebut dipantau langsung Dandim Tabanan, Letkol Inf Sri Hartanto, yang kemarin terjun sembari membagikan masker gratis terhadap pengunjung dan pedagang di Pantai Kedunggu.

Pecalang dan prajuru desa adat pun melakukan penjagaan ketat di pintu masuk Pantai Kedunggu, sebagai antisipasi membludaknya krama masuk untuk malukat serangkaian Banyu Pinaruh. Perbekel Belalang, Wayan Mustika, menjelaskan rapid test antigen ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Tabanan, ditujukan secara acak kepada pengunjung Pantai Kedunggu. “Pengunjung yang menggunakan masker tidak benar, menjadi prioritas untuk dirapid test antigen,” kata Mustika.

Menurut Mustika, dari puluhan pengunjung yang dirapid test antigen, hasilnya semua dinyatakan negatif. Saat Banyu Pinaruh kemarin, ada sekitar 70 orang yang malukat di Pantai Kedunggu. Jumlah pengunjung memang dibatasi. "Maunya kami tutup pantai, namun akhirnya tetap dibuka dalam jumlah terbatas. Biasanya, kalau tidak ada pandemi Covid-19, pengunjung pantai untuk malukat saat Banyu Pinaruh lebih dari 1.000 orang," terang Mustika.

Sementara, Kasis Kesehatan Tabanan, dr Nyoman Suratmika, menjelaskan rapid  test antigen di Pantai Kedunggu diikuti 32 orang, terdiri dari pengunjung dan pedagang. Hasilnya, semua dinyatakan negatif. "Petugas sudah standby di lokasi sejak pagi," papar Suratmika.

Menurut Suratmika, rapid test antigen di Pantai Kedunggu ini sesuai dengan arahan Sekda Kabupaten Tabanan, I Gede Susila. Jauh sebelum Banyu Pinaruh, pihaknya sudah sering melakukan rapid test antigen secara acak di sejumlah tempat keramaian. "Sejak awal Januari 2021, kita sudah sering keliling menggelar rapid test antigen sebagai upaya mencegah penyebaran Covid- 19 di Tabanan," tandas Suratmika.

Sedangkan Dandim Tabanan, Letkol Sri Hartanto, mengatakan kegiatan rapid test antigen dilakukan agar masyarakat semakin sadar dan paham akan pentingnya protokol kesehatan 3M: memakai masker, mencuci tangan di air mengalir, dan menjaga jarak/hindari kerumunan. "Lewat pendisipilinan yang digelar secara masif di seluruh wilayah Tabanan, diharapkan kasus Covid-19 dapat ditekan dan Tabanan berubah status dari zona merah menjadi zona oranye, lalu zona kuning, bahkan zona hijau," tandas Letkol Sri Hartanti.

Musibah terjadi dalam kegiatan malukat di Pantai Lebih, Desa Lebih, Kecamatan Gianyar saat Banyu Pinaruh, Minggu pagi. Seorang bocah usia 12 tahun, I Nyoman Rudita, 12, terseret ombak. Untungnya, bocah lelaki asal Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih ini selamat dari maut.

Informasi di lapangan, sebelum terseret ombak, Minggu pagi sekitar pukul 07.20 Wita, korban Nyoman Rudita yang akrab disapa Mang Wi berenang bersama 4 rekannya di pantai tepat depan Hotel Rumah Luwih. Namun karena berenang terlalu ke tengah laut, mereka dihantam ombak besar. Empat (4) orang dari mereka berhasil menepi ke bibir bantai, sementara koarban Mang Wi terseret arus.

Melihat peristiwa ini, petugas Balawista langsung berusaha menyelamatkan korban menggunakan pelampung. Beruntung, korban Mang Wi berhasil di bawa ke tepi pantai, setelah sempat terseret sejauh 20 meter. Saat berhasil diselamatkan, kondisi korban setengah lemas. "Sebetulnya dia (korban) bisa berenang. Mungkin karena kelelahan saat berusaha melawan arus, kondisinya jadi lemas,” ungkap anggota Balawista Pos 1 Pantai Lebih, I Wayan Hermanto. *des,nvi

Komentar