nusabali

Ketua DPRD Jembrana Sekeluarga Terpapar Corona

  • www.nusabali.com-ketua-dprd-jembrana-sekeluarga-terpapar-corona

NEGARA, NusaBali
Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, sekeluarga menjalani isolasi di RSUD Negara, karena terpapar Covid-19.

Sri Sutharmi bersama ketiga anaknya terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil tes swab berkenaan tracing contact suaminya, I Made Semadi yang lebih dulu terkonfirmasi positif Covid-19.

Sri Sutharmi saat dihubungi, Sabtu kemarin membenarkan dirinya terpapar Covid-19, dan telah menjalani isolasi di ruang isolasi RSUD Negara. Sri Sutharmi mengatakan, dirinya juga menjalani perawatan bersama suaminya, I Made Semadi yang Perbekel Yehembang, dan ketiga anaknya. "Ya kami sekeluarga diisolasi, termasuk ketiga anak kami. Tapi, syukur kami semua sehat," ujar perempuan pertama di Bali yang terpilih menjadi Ketua DPRD ini.

Menurut Sri Sutharmi, yang paling pertama diketahui positif Covid-19 di keluarganya adalah suaminya, I Made Semadi. Di mana, sekitar 4 hari lalu, suaminya yang juga Perbekel Yehembang, Kecamatan Mendoyo, mengeluhkan demam pada, Selasa (12/1) dan memeriksakan diri untuk dites swab, karena curiga terpapar Covid-19. Dari hasil tes swab suaminya yang keluar pada, Kamis (14/1) terkonfirmasi positif Covid-19. Begitu hasil tes swab suaminya positif Covid-19, dirinya serta ketiga anaknya langsung mengikuti tes swab juga dan ternyata juga positif Covid-19, sehingga ikut dirawat ke ruang isolasi RSUD Negara, Sabtu kemarin.

"Sebenarnya sebelum suami demam, saya yang sempat demam. Saya sendiri demam sekitar seminggu lalu, tetapi tidak curiga karena selama ini saya selalu berusaha menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Entah dari mana kenanya. Saya juga tidak tahu apakah saya yang lebih dulu kena," ucap Sri Sutharmi yang juga menjabat Sekretaris DPC PDIP Jembrana ini.

Berkaca terhadap paparan Covid-19 di keluarganya, Sri Sutharmi mengimbau agar masyarakat tetap waspada dengan wabah Covid-19. Bagaimana caranya, semuanya harus menerapkan prokes yang ketat dan menghindari kerumunan.

"Kami yang selalu menerapkan prokes saja bisa kena. Apalagi yang tidak. Karena kita juga tidak tahu kapan dan di mana terpapar. Semua harus tetap waspada dan saling menjaga," ujar Srikandi PDIP kelahiran 1 September 1967 ini. Sementara itu, berdasarkan data Satgas Covid-19 Kabupaten Jembrana, jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Jembrana hingga, Sabtu kemarin telah mencapai 1.205 kasus. Dari 1.205 kasus itu, 975 orang berhasil sembuh, 35 meninggal dunia, dan 195 orang yang masih dirawat. *ode

Komentar