nusabali

Pancasari Tutup Total Tempat Wisata

Seorang Pejabat Inspektorat Buleleng Dinyatakan Positif Corona

  • www.nusabali.com-pancasari-tutup-total-tempat-wisata

Warga Dusun Buyan, Desa Pancasari, Sukasada, yang terkonfirmasi Covid-19 akibat klaster upacara sebanyak 16 orang. Dan sebanyak 16 KK menjalani isolasi mandiri.

SINGARAJA, NusaBali

Pemerintah Desa Pancasari sebagai salah satu wilayah yang menjalani pengetatan dan pengawasan akibat munculnya klaster upacara, memutuskan untuk menutup penuh tempat wisata yang ada di wilayahnya. Seperti wisata selfi puncak Pancasari termasuk camping ground di sekitar Danau Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Keputusan itu dituangkan dalam surat pemberitahuan Satgas Terpadu dan Satgas Gotong Royong Penanganan Covid-19 Desa Pancasari Nomor 360/50-1/1/2021 yang diterbitkan pada 14 Januari 2021.

Perbekel Pancasari Wayan Darsana dikonfirmasi pada Jumat (15/1), menerangkan penutupan wisata di wilayah Desa Pancasari secara penuh untuk mengantisipasi penularan Covid-19 lebih masif. Pembatasan jam operasional usaha perdagangan hanya diperkenankan buka hingga pukul 19.00 Wita.

“Sebenarnya penularan hanya di Dusun Buyan saja, tetapi setelah kami rapat dengan Satgas, Pak Bupati, dan Pak Kapolres, kami lakukan pengetatan dan pengawasan menyeluruh di kawasan Desa Pancasari, termasuk menutup penuh tempat wisata pada 14 – 28 Januari mendatang,” kata Darsana. Hingga Jumat kemarin, menurut Darsana, jumlah warga Dusun Buyan yang terkonfirmasi akibat dari klaster upacara sebanyak 16 orang. Ke-16 orang tersebut semuanya dirawat di rumah sakit swasta maupun RSUD Buleleng.

Selain itu, 16 kepala keluarga (KK) di Gang Kamboja Dusun Buyan, yang masih dalam ikatan keluarga penyelenggara upacara adat sebagai pusat penularan Covid-19, saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Mereka juga dijaga ketat oleh Satgas Desa dibantu TNI-Polri, Linmas, dan pecalang desa setempat. “Sampai saat ini warga menyadari betul untuk tidak ke luar rumah. Diback up desa adat dan pihak ketiga, 16 KK yang isolasi mandiri dibantu sembako dan keperluan mereka sampai 28 Januari nanti,” ungkap Darsana.

Sementara itu, setelah seorang pejabat di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Buleleng meninggal dunia akibat Corona, satu pejabat yang bertugas di Inspektorat Buleleng juga dinyatakan terkonfirmasi positif. Pejabat eselon III itu diduga tertular virus Corona di kampung halamannya yang masih berlokasi di Buleleng. Istri dan anaknya juga dinyatakan terkonfirmasi setelah dilakukan tracing oleh tim surveillance.

Menurut Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa, ditemui Jumat (15/1), pejabat eselon III di Inspektorat itu dinyatakan terkonfirmasi pada Rabu (13/1) lalu. “Yang bersangkutan memang memeriksakan diri setelah mengalami gejala kehilangan indra perasa dan penciuman, setelah melakukan pemeriksaan dan uji swab hasilnya positif. Sekarang dirawat di RS swasta bersama istri dan anaknya yang juga positif,” ujar Suyasa yang juga Sekda Buleleng.

Terkonfirmasinya ASN di Inspektorat Buleleng kembali membuat tim surveillance melakukan tracing. Sebanyak 50 orang ASN dan pegawai di kantor itu yang sempat berkontak dengan pejabat eselon III yang terkonfirmasi, langsung dirapid tes antigen. Beruntung hasilnya seluruhnya non reaktif. Mantan Asisten III Setda Buleleng ini juga mengatakan dari hasil tracing, diduga ASN itu tertular virus dari kampung halamannya.

“Keterangan dari petugas yang bersangkutan sempat pulang kampung karena ada acara. Dalam acara itu juga sempat berkontak dengan orang tanpa gejala (OTG) dan ini kemungkinan tertular saat berinteraksi di kampung halamannya yang masih di Buleleng,” imbuh birokrat asal Tejakula ini.

Sedangkan untuk Sub Bagian Keuangan Satpol PP Buleleng hingga Jumat kemarin masih ditutup. Hal itu karena rapid antigen yang dilakukan pada pegawai dan ASN Satpol PP belum sepenuhnya kelar dan masih dalam proses tracing dan rapid tes antigen.

Hingga Jumat (15/1), catatan Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng terdapat 9 penambahan kasus konfirmasi baru. Sebanyak enam orang di antaranya berasal dari Kecamatan Buleleng, 1 orang masing-masing dari Kecamatan Busungbiu, Seririt, dan Banjar. Sedangkan di hari yang sama juga ada 7 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Tiga orang pasien asal Seririt, dua orang asal Kecamatan Buleleng, dan 1 orang masing-masing dari Kecamatan Sawan dan Gerokgak.

Perkembangan kasus Covid-19 di Buleleng membuat jumlah kasus konfirmasi kumulatif sebanyak 1.442 orang. Sebanyak 1.302 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh, 73 orang meninggal dunia, dan 67 orang masih menjalani perawatan. *k23

loading...

Komentar