nusabali

Pelanggan PDAM Bangli Begadang Menunggu Air

  • www.nusabali.com-pelanggan-pdam-bangli-begadang-menunggu-air

BANGLI, NusaBali
Pelayanan PDAM Bangli dikeluhkan. Debit air kecil, pelanggan sampai begadang untuk dapatkan air.

PDAM Bangli mengakui layanan tidak optimal karena adanya kerusakan jaringan. Pipa transmisi jebol tergerus longsor dan panel pompa terbakar. Sementara penurunan debit air karena faktor alam.

Salah seorang pelanggan PDAM Bangli, Agung Hendra, mengatakan sejak sepekan harus begadang menunggu air mengalir. Pelanggan di kota Bangli sering mengalami gangguan layanan PDAM. “Air baru mengalir sekitar pukul 22.00 Wita. Untuk menampung air kami terpaksa begadang sampai pukul 01.00 Wita,” ungkap Agung Hendra, Selasa, (12/1). Diharapkan, PDAM Bangli segera melakukan perbaikan untuk optimalkan pelayanan. “Pola bergilir juga diatur, jangan satu areal tiap malam baru dapat air, tapi lakukan secara bergilir. Tidak hanya mendapat giliran malam saja seperti yang kami alami,” pintanya.

Direktur PDAM Bangli, Dewa Gede Ranto Suparso Mesi, menjelaskan terganggunya suplai air karena pipa transmisi jebol tergerus longsor dan panel pompa terbakar. Selain itu juga akibat penurunan debit air. Menurut Dewa Rono, teknisi sudah melakukan perbaikan. Perbaikan panel sudah tuntas namun pipa yang tergerus longsor sedang dikerjakan. Ditambahkan, terjadi penurunan debit air di sumber mata air Gamongan. Sebelumnya debit air 31 liter per detik, turun menjadi 16 liter per detik. Penurunan debit ini karena faktor alam.

Dewa Rono mengungkapkan, untuk mengatasi krisis air, PDAM Bangli akan mensuplai air ke masyarakat. Pendistribusian air dengan meminjam mobil tangki ke Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali. Sementara mengatasi penurunan debit air dengan membanguan waduk. “Penurunan debit air sering terjadi pada bulan Desember atau ketika memasuki musim penghujan. Kami merancang pembangunan waduk,” ungkapnya. DED waduk Tamansari sudah ada, namun belum terealisasi. Pemkab Bangli diharapkan memikirkan solusi pembangunan waduk itu. *esa

loading...

Komentar