nusabali

Satgas Buka Peluang RS Swasta

Titik Vaksinasi Covid-9 di Buleleng Ditambah

  • www.nusabali.com-satgas-buka-peluang-rs-swasta

RS swasta di Buleleng diberi kesempatan ikut terlibat dalam vaksinasi massal Covid-19. Syaratnya mengajukan permohonan ke Dinkes, kemudian akan ada verifikasi.

SINGARAJA, NusaBali

Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng memutuskan menambah titik vaksinasi massal. Dari 22 titik vaksinasi, akan ditambah 2 titik sehingga akan ada 24 titik tempat pelaksanaan vaksinasi. Jumlah tersebut terdiri dari 20 puskesmas di 9 kecamatan, 2 RS Pratama, RSUD Buleleng, dan RS Tingkat IV TNI-AD Wirasatya Singaraja.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa, ditemui usai rapat evaluasi penanganan pasien Covid-19 di fasilitas kesehatan, Selasa (12/1), mengatakan, 24 titik vaksinasi siap melayani vaksinasi tahap pertama dengan sasaran tenaga kesehatan (nakes). Penambahan titik vaksinasi di luar yang sudah ditetapkan sebelumnya di fasilitas kesehatan milik pemerintah, juga ada RS Tingkat I TNI-AD Wirasatya Singaraja. Rumah sakit swasta kelembagaan ini disiapkan di awal untuk menvaksin anggota TNI-Polri yang bertugas di Buleleng. Manajemen rumah sakitnya pun telah melakukan simulasi dan menyiapkan sarana prasarana serta sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan dalam proses vaksinasi.

Menurut Suyasa, Buleleng sesuai dengan penjadwalan yang diberikan Satgas Pusat, akan melangsungkan vaksinasi pada Februari mendatang. “Vaksinasi di Buleleng yang menyasar nakes, sesuai surat Satgas Pusat, kita dapat di bulan Februari. Jadi masuk termin kedua,” ujar Suyasa yang juga Sekda Buleleng.

Penambahan titik vaksinasi itu membuat Buleleng mendapatkan tambahan jumlah vaksin yang akan diterima. Dari 3.590 vial sebelumnya untuk nakes menjadi 3.676 vial. Penambahan kuota vaksin akan diberikan kepada nakes di titik vaksinasi tambahan, dan 10 orang pejabat di Buleleng.

Namun saat ditanya lebih lanjut pejabat siapa saja yang akan mendapatkan vaksin pada kesempatan pertama pada Februari mendatang, Suyasa masih merahasiakannya. “Nanti lihat, siapa-siapa saja,” tuturnya.

Namun saat disebut salah satu pejabat yang dimaksud adalah dirinya, Suyasa yang sempat menjabat sebagai Asisten III Setda Buleleng, ini menyatakan siap lahir batin. “Kalau saya yang divaksin siap saja, masak tidak siap. Saya kan Satgas,” tegas birokrat asal Tejakula, ini.

Suyasa menyatakan, titik vaksinasi Covid-19 di Buleleng tak menutup kemungkinan akan bertambah. Hal itu dikarenakan dibukanya kesempatan bagi rumah sakit swasta untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19. Seluruh rumah sakit swasta yang ada di Buleleng, kemarin saat rapat evaluasi diberikan kesempatan untuk mengajukan usulan kepada Dinas Kesehatan Buleleng jika ingin ikut serta sebagai pelaksana vaksinasi.

Suyasa menjelaskan pengajuan sebagai tempat vaksinasi bagi rumah sakit swasta harus menyiapkan sarana prasarana dan SDM-nya dengan serius. “Pemerintah menawarkan kesempatan kepada RS swasta mau ikut terlibat atau tidak. Kalau ikut, harus siapkan diri dan mengajukan diri ke Dinkes. Setelah itu akan ada verifikasi dari Dinkes apakah disetujui atau tidak,” kata Sekda Suyasa.

Kesempatan partisipasi rumah sakit swasta dalam pelaksanaan vaksinasi massal diberikan pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan penerima vaksin di titik vaksinasi yang disiapkan. Sejauh ini untuk vaksinasi pertama yang menyasar nakes dengan jumlah tak lebih dari 4 ribu vial, memang masih mencukupi dibagi ke 24 titik vaksinasi yang sudah ada. Namun ketika datang vaksinasi tahap kedua yang melibatkan masyarakat luas, akan memerlukan jumlah tempat vaksinasi dan petugas yang memvaksin.

Sementara itu rencana vaksinasi massal Covid-19 di Buleleng pada Februari mendatang sudah disiapkan sejumlah sarana prasarana yang diperlukan oleh Satgas Penanganan Covid-19. Selain laboratorium mikrobiologi Dinas Kesehatan yang akan dijadikan gudang penyimpanan vaksin saat didrop dari provinsi, Satgas juga menyiapkan sebuah mobil berpendingin. Mobil box berpendingin ini akan dipakai untuk mendistribusikan vaksin dari gudang ke titik vaksinasi. Sedangkan di masing-masing titik vaksin juga sudah disiapkan cold chain untuk penyimpanan vaksin sebelum disuntikkan kepada sasaran. Mereka yang menjadi sasaran vaksinasi, menurut Suyasa, akan mendapatkan pesan melalui SMS sebelum hari vaksinasi. Mereka diberikan kesempatan untuk memilih tempat vaksin yang dikehendaki dengan mengkonfirmasi kembali melalui aplikasi yang sudah disiapkan. *k23

loading...

Komentar