nusabali

Dinas PUTR Terima Puluhan Permintaan Lampu PJU Setiap Hari

  • www.nusabali.com-dinas-putr-terima-puluhan-permintaan-lampu-pju-setiap-hari

SINGARAJA, NusaBali
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng hampir setiap hari menerima puluhan permohonan pengadaan lampu penerang jalan umum (PJU) masuk.

Kepala Dinas PUTR Buleleng I Putu Adiptha Ekaputra, mengemukakan pihaknya banyak menerima permintaan pengadaan lampu PJU dari desa-desa. “Hampir setiap hari saya terima surat permintaan pengadaan lampu PJU dari desa. Setiap satu desa masing-masing bisa memohonkan 30 hingga 40 biji lampu,” kata dia, Senin (11/1) siang.


Adiptha Ekaputra mengatakan, permintaan tersebut menyusul pihak desa yang ingin agar ruas jalan umum diisi lampu penerangan jalan, sehingga kawasan ruas jalan tidak gelap. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang sebagian besar permohonan yang masuk ke Dinas PUTR Buleleng adalah permohonan perbaikan jalan desa.

“Dengan kondisi jalan yang bagus, kebutuhan lampu penerangan jalan masih menjadi hal nomor satu baik di kota maupun wilayah pedesaan,” lanjut dia. Untuk itu, pihak Dinas PUTR Buleleng pun terus berupaya mewujudkan permohonan lampu penerangan tersebut secara bertahap, melalui program peremajaan seluruh lampu PJU.

Kata Adiptha Ekaputra, persoalan PJU hingga tahun 2020 masih menjadi kewenangan PUTR. Namun saat ini setelah ada regulasi teranyar, penanganan PJU menjadi wewenang Dinas Perhubungan. Akan tetapi hal itu masih menunggu regulasi serta surat keputusan resmi dari Bupati sehingga pekerjaan menyangkut PJU bisa dilimpahkan.

Jika kewenangan terhadap lampu PJU sudah berpindah resmi ke Dinas Perhubungan, pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut. Sebab ada beberapa rencana yang masih akan ditargetkan, seperti pemakaian lampu PJU dengan tenaga sel surya dan penambahan KWH meter untuk menekan biaya operasional.

Perlu diketahui, untuk biaya operasional lampu PJU, Dinas PUTR menghabiskan sekitar Rp 1,4 miliar per bulan. “Sehingga hal itu nantinya bisa dihemat lewat pengadaan sel surya serta penambahan KWH meter. Tentunya ini bisa menekan 21 persen dari rata-rata pembayaran dan nantinya sisanya itu bisa pakai penambahan di tempat lainnya,” tutur Adiptha Ekaputra. *m

Komentar