nusabali

Lagi, 20.000 Vial Vaksin Corona Masuk Bali

Total Sudah Tersedia 51.000 Vial buat Vaksinasi 30.320 Tenaga Kesehatan di Bali

  • www.nusabali.com-lagi-20000-vial-vaksin-corona-masuk-bali

Dari Bandara Ngurah Rai, vaksin Covid-19 Sinovac dibawa ke Kantor Dinas Kesehatan Bali dengan pengawalan ketat petugas Brimob bersenjata lengkap.

DENPASAR, NusaBali

Provinsi Bali total sudah mendapat pasukan 51.000 vial vaksin Covid-19 Sinovac dari pusat. Ini setelah kiriman tahap II sebanyak 20.000 vial vaksin Covid-19 tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai Tuban, Kecamatan Kuta, Badung, Kamis (7/1) pagi pukul 10.00 Wita.

Kedatangan 20.000 vial vaksin Covid-19 (Corina) tahap II kemarin, merupakan tambahan setelah dua hari sebelumnya, Selasa (5/1) dinihari pukul 00.31 Wita, datang 31.000 vial vaksin melalui angkutan darat. Walhasil, kini sudah ada 51.000 vial vaksin Covid-19 tiba di Bali dan disimpan di Cold Room Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Jalan Melati Denpasar.

Kedatangan tahap II vaksin Covid-19 berjumlah 20.000 vial di Bandara Internasional Ngurah Rai Tuban, Kamis pagi, diangkut menggunakan pesawat Garuda GA-438. Beberapa saat setelah mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai, vaksin tersebut dibongkar dengan pengawalan ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap dan anggota TNI.

Dansat Brimob Polda Bali, Kombes Pol Ardiansyah Daulay, memimpin langsung pengamanan vaksin Covid-19 yang tiba di bandara tersebut, bersama Wadir Samapta Polda Bali, AKBP Yudith Satriya Hananta. Setelah dinyatakan lengkap sesuai dengan data yang ada, 20.000 vaksin Covid-19 tersebut langsung diantar ke Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bali di Jalan Melati Denpasar.

Dalam perjalanan dari Bandara Internasional Ngurah Rai menuju Denpasar, vaksin dikawal ketat aparat keamanan bersenjata lengkap. Pengawal, termasuk personel penjinak bahan peledak, menggunakan kendaraan lapis baja seperti Barakuda. Mobil pengangkut vaksin Covid-19 bergerak melintasi Bunderan Patung I Gusti Rai Tuban-Tol Bali Mandara-Jalan Bypass Ngurah Rai Sanur-Jalan WR Supratman Den-pasar-Jalan Kamboja Denpasar-Jalan Melati Denpasar.

"Vaksin Covid-19 yang dikirim PT Bio Farma dari Bandung (Jawa Barat) tersebut tiba di Kantor Dinnas Kesehatan Provinsi Bali sekitar pukul 11.00 Wita. Vaksin Covid-19 ini diterima oleh Apoteker Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ida Bagus Abita Bawana. Vaksin selanjutnya disimpan di ruang penyimpanan (cold room), sebelum didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota se-Bali," ungkap Kombes Ardiansyah Daulay.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Provinsi Bali, dr I Ketut Suarjaya NPPM, menyatakan 51.000 vial vaksin Covid-19 yang sudah tiba dalam dua tahap ini diperuntukkan bagi 30.320 tenaga kesehatan di Bali. “Ini kan dua dosis, dua kali pemberian,” ujar Ketut Suarjaya di sela-sela meninjau cold room tempat penyimpanan vaksin Covid-19 di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kamis siang.

Setelah kedatangan tahap II kemarin, vaksin Covid-19 masih akan didatangkan lagi ke Bali. “Menyusul lagi nanti kedatangan vaksin Covid-19 berikutnya, dengan sasaran pelayanan masyarakat, TNI/Polri, Satpol PP, penegak hukum, aparatur sipil negara (ASN), dan juga pelayanan-pelayanan publik lainnya,” terang Suarjaya.

Khusus tenaga kesehatan di Bali yang akan menjadi kelompok sasaran pertama, berjumlah 30.320 orang. Mereka tersebas di Kota Denpasar sebanyak 9.389 orang, di Kabupaten Badung (5.551 orang), Buleleng (3.590 orang), Gianyar (3.134 orang), Tabanan (3.118 orang), Klungkung (1.691 orang), Jembrana (1.533 orang), Bangli (1.246 orang), dan Karangasem (1.074 orang).

Menurut Suarjaya, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Bali ditargetkan berjalan selama 15 bulan ke depan. Kalau ketersediaan vaksin Copvid-19 mencukupi, direncanakan 70 persen dari 4,3 juta penduduk Bali atau 2,9 juta orang akan divaksin. Mereka yang menjadi sasaran vaksinasi itu berusia kisaran 18-59 tahun.

"Kita tunggu izin dari BPOM untuk didistribusikan vaksin Covid-19 ini ke daerah-daerah. Kalau sudah ada izin BPOM, maka proses vaksinasi dilaksanakan. Kan semakin cepat makin bagus," jelas birokrat asal Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng ini.

Suarjaya menyebutkan, kendati masih terdapat beberapa daerah di Bali yang belum memiliki cold room, namun prinsipnya kabupaten/kota se-Bali sudah siap menerima kedatangan vaksin Covid-19. “Kabupaten kan paling tidak punya freezer, bisa juga disimpan di freezer vaksin. Yang penting kan suhunya stabil, 2-8 derajat Celcius,” katanya. *pol,cr74

Komentar