nusabali

BAN PAUD Akreditasi 425 Satuan Pendidikan

  • www.nusabali.com-ban-paud-akreditasi-425-satuan-pendidikan

AMLAPURA, NusaBali
Ketua BAN PAUD dan PNF (Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usai Dini dan Pendidikan Non Formal) Provinsi Bali, Drs I Made Ardana Putra MSi, mengagendakan akreditasi 425 satuan pendidikan terdiri dari PAUD, LKP (lembaga ketrampilan pendidikan), dan PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat).

Akreditasi dijadwalkan pada bulan Februari 2021 dengan melibatkan 89 asesor.  Made Ardana Putra mengungkapkan, pelaksanaan akreditasi akan lebih sistematis dan berstruktur. Asesor telah melakukan klasifikasi permohonan akreditasi (KPA) yang merupakan tahapan pengumpulan data dan memeriksa kelengkapan ketepatan dokumen agar pengelola satuan pendidikan atau pengelola PKBM dan LKP melengkapi EDS-PA (evaluasi diri satuan prasyarat akreditasi). Tahapan akreditasi yakni melakukan sosialisasi menyasar satu pendidikan lewat online, memberikan pemahaman pentingnya menggunakan aplikasi Sispena 2.0 (sistem penilaian akreditasi PAUD dan PNF), yang telah masuk dapodik (data pokok pendidikan) secara online.

Selanjutnya asesor melakukan KPA, seberapa banyak satuan pendidikan layak divisitasi. “Terakhir barulah melakukan visitasi ke satuan pendidikan, apakah dilakukan online atau offline, tergantung perkembangan kasus Covid-19,” jelas Made Ardana Putra, Selasa (5/1). Tiap satuan pendidikan ditangani 2 asesor. Hasil dari visitasi dilakukan asesor akan divalidasi. Dari 425 satuan pendidikan itu, terdiri dari 385 PAUD, 26 PKBM, dan 6 LKP. Sebanyak 385 PAUD tersebar di 9 kabupaten/kota di Bali yakni Badung sebanyak 52 PAUD, Bangli 42 PAUD, Buleleng 60 PAUD, Gianyar 40 PAUD, Jembrana 28 PAUD, Karangasem 45 PAUD, Klungkung 16 PAUD, Tabanan 50 PAUD, dan Denpasar 52 PAUD. “Nantinya asesor yang bertugas, disilang, misalnya asesor dari Karangasem bertugas di luar Karangasem,” jelasnya.

Kepala Bidang pembinaan PAUD dan PNF Disdikpora Karangasem, I Nyoman Adil, membenarkan 45 PAUD dan 3 PKBM di Karangasem akan diakreditasi. “Nanti akan diverifikasi, belum tentu semuanya akan lolos diakreditasi,” jelas Nyoman Adil. Diharapkan, lebih banyak bisa lolos diakreditasi karena terakhir kali rata-rata telah 5 tahun lalu menjalani verifikasi. Sehingga menyangkut realisasi delapan standar pendidikan bisa dievaluasi kemajuannya. *k16

loading...

Komentar