nusabali

Awal 2021, Pameran UMKM Bali Bangkit Berlanjut

  • www.nusabali.com-awal-2021-pameran-umkm-bali-bangkit-berlanjut

DENPASAR, NusaBali
Menginjak hari ketiga bulan Januari 2021, Pameran UMKM ‘Bali Bangkit’ kembali dilanjutkan.

Pameran yang dimulai pada Minggu (3/1) hingga Jumat (15/1) mendatang merupakan tahap ketiga yang digelar di Taman Budaya Bali (Art Center) Denpasar.

Sebelumnya, Pameran UMKM Bali Bangkit secara resmi dibuka pada 4 Desember 2020 lalu dan berlangsung sepanjang bulan Desember yang dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama, yakni 1-16 Desember 2020 dan dilanjutkan kembali pada 17-31 Desember 2020.

Digelarnya Pameran UMKM Bali Bangkit ini tak lepas dari tujuan agar Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kembali menggeliat di masa pandemi, terlebih dengan ditiadakannya Pesta Kesenian Bali (PKB) sementara para pelaku UMKM telah menyiapkan produk-produknya. Melihat animo yang tinggi dari masyarakat, maka pameran ini dilanjutkan kembali.

“Ternyata, respon konsumen bagus. Walapun kita tetap masih menekankan terkait dengan protokol kesehatan (Prokes). Jadi kita tidak ingin pengunjung juga terlalu ramai. Tetapi dengan diselenggarakan satu bulan itu saja sudah bagus, makanya kami tawarkan lagi kepada IKM dan UMKM mau berlanjut tidak,” ungkap Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster kepada NusaBali, Minggu (3/1).

Melalui tahapan ketiga pameran ini, Putri Koster ingin mengedukasi para pelaku IKM dan UMKM. “Edukasinya dalam artian, harus menemukan personality produknya. Jadi ciri khas produk harus punya, kemudian kualitasnya harus bertahan, cara kita berpameran harus lebih profesional terkait masalah harga, display produk,” lanjutnya di sela-sela meninjau stand-stand UMKM yang dipamerkan.

Mengapa peserta pameran agar tampil lebih profesional, lanjutnya, karena para IKM dan UMKM ini berikutnya diharapkan untuk ikut menggawangi pelestarian dan pengembangan produk-produk kerajinan. “Ibu lihat responnya sangat positif, kenapa tidak? Justru di masa pandemi ini kita mundur selangkah, kita merenung, kita berbenah lagi untuk kita ke depannya bagaimana,” katanya.

Pada tahapan sebelumnya di bulan Desember 2020, pameran ini dikuti oleh 10 UMKM kuliner dan 83 UMKM kerajinan. Diungkapkan oleh Putri Suastini, pameran tahap ketiga ini juga tidak mengalami tambahan peserta. “Yang ada itu seleksi. Ibu tidak ingin kuantitas, tetapi kualitas. Ibu rawat dulu yang kira-kira sudah sesuai dengan kriteria kita dari Dekranasda, kemudian kita ajak supaya yang bagus ini mengimbas kepada UMKM dan IKM yang lain,” papar tokoh perempuan yang akrab dipanggil Putri Koster ini.

Imbas dari para UMKM dan IKM inilah, yang ke depannya diharapkan menjadi peran dari para event organizer, karena sesungguhnya peran dari Dekranasda, yaitu mengenalkan produk ke konsumen. “Tetapi ketika semua sudah sesuai dengan keinginan kita, bersama-sama bisa mempertahankan kualitas produk, tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelestari dan pengembang. Nah itu event organizer yang ada silakan tumbuh lalu ajak IKM dan UMKM kita yang sudah berkualitas silakan pameran di mana saja,” pungkasnya. *cr74

Komentar