nusabali

Dituntut Fokus Pembinaan Usia Muda

  • www.nusabali.com-dituntut-fokus-pembinaan-usia-muda

Anom Prenatha berharap, kejuaraan usia muda diperbanyak. Meskipun saat ini sudah lumayan banyak. Namun diharapkan lebih digenjot lagi, dengan terarah dan jelas jenjangnya.

Jagoan Voter Bali Terpilih Ketua PSSI

DENPASAR, NusaBali
Terpilihnya Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI 2016-2020 disyukuri para voter dari Bali. Pasalnya, mereka berharap banyak pada Edy untuk melakukan perubahan sepakbola di tanah air dengan mengembangkan potensi di daerah. Harapan sejak terbentuk kelompok 85, Edy bisa melenggang mulus menahkodai PSSI.            .

"Keinginan kami akhirnya terwujud. Figur yang kami harapkan terpilih sebagai orang nomor satu di organisasi sepakbola Indonesia," ucap Anom Prenatha, saat dikonfirmasi, Kamis (10/11). Figur dari klub Kundalini Denpasar itu adalah perwakilan salah satu voter/pemilik suara dalam Kongres PSSI di Hotel Mercure Ancol, Jakarta. Ia merasa bersyukur dengan kemenangan Edy Rahmayadi.

Lebih jauh Anom Prenatha berharap, kejuaraan usia muda diperbanyak. Meskipun saat ini sudah lumayan. Namun diharapkan lebih digenjot lagi, dengan terarah dan jelas jenjangnya. Untuk perbaikan kualitas sepakbola di tanah ảir, mau tidak mau harus focus memperbanyak even sejak úsia dini.

“Dengan begitu pengalaman dan jam terbang terasah secara otomatis. Dampak kedepannya akan mencetak pemain yang bagus dan berkualitas," tandas Anom Prenatha. Hal positif untuk pembangunan sepakbola dengan terpilihnya Edy Rahmayadi, tentu komitmen visi dan misi mampu dijalankan dengan baik. Sebab hal itu  berimbas banyak dengan sepakbola di Bali. Sebab tuntutan sejak awal soal infrastruktur, seperti perbaikan kondisi lapangan maupun penunjang lainnya, soal wasit dan pelatih.

"Saya optimis sepakbola Indonesia akan semakin berprestasi. Jika pola pembinaan dilakukan dengan tepat," tegas Anom Prenatha. Letjen Edy Rahmayadi terpilih menjadi ketua umum PSSI periode 2016-2020. Dia mengalahkan lima kandidat lainnya dengan suara mayoritas. Pada pemilihan di kongres PSSI di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Kamis (10/11), 107 voter melakukan pemilihan terhadap enam kandidat.

Mereka adalah Letjen Edy Rahmayadi, Moeldoko, Kurniawan Dwi Yulianto, Sarman El Hakim, Eddy Rumpoko, dan Bernhard Limbong. Sementara Erwin Aksa dan Tony Aprilani mundur. Sedangkan Djohar Arifin tidak bisa melanjutkan karena status terhukumnya tidak dikabulkan.

Dalam proses voting yang dilakukan oleh 107 voter, Edy Rahmayadi keluar sebagai pemenang. Dia mendapatkan 76 suara, mengalahkan Moeldoko yang mengoleksi 23 suara. Sementara Eddy Rumpoko meraih satu suara dan tujuh lainnya dinyatakan tidak sah.

Setelah melahirkan nama Edy Rahmayadi sebagai ketua umum (ketum), Kongres PSSI juga memutuskan Joko Driyono dan Iwan Budianto sebagai Wakil Ketua Umum periode 2016-2020. Keduanya sama-sama menjadi peraih suara terbanyak dibanding calon lainnya. Joko mengantongi 78 suara, Iwan 73 suara.

Raihan suara Joko dan Iwan sendiri unggul sangat jauh ketimbang para calon waketum lainnya. Dua saingan terdekat mereka adalah Erwin Aksa dan Hinca Panjaitan yang masing-masing hanya mendapatkan 31 dan 22 suara. Sementara calon waketum PSSI lain yang masih mendapatkan suara antara lain Hadiyandra, Erwin Dwi Budiawan, Andika Rumba. Ketiga calon tersebut masing-masing hanya bisa mendapatkan satu suara saja.  dek

loading...

Komentar