nusabali

TPA Mandung Hasilkan 10 Ton/bulan Pupuk Organik Berbahan Tinja

  • www.nusabali.com-tpa-mandung-hasilkan-10-tonbulan-pupuk-organik-berbahan-tinja

TABANAN, NusaBali
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung di Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

Dalam sebulan instalasi ini menghasilkan 10 ton pupuk organik berbahan tinja.  Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan I Made Subagia menjelaskan proses pengolahan tinja menjadi pupuk organic menggunakan sistem anerobik. Pertama, tinja dipisahkan dari air dengan sistem gravitasi. Lanjut, lumpur tinja yang mengendap dibiarkan hingga kering di kolam penampungan. Setelah kering, endapan ini dipindah dari kolam. Kemudian air limbah tinja disaring dengan sistem gravitasi dan melewati beberapa kolam penyaringan. Hasil akhirnya yang sudah aman dibuang ke lingkungan. “Jadi perbulan rata-rata hasilkan 10 ton pupuk organik,” ungkapnya, Jumat (25/12).

Kata dia, selama ini pupuk organik yang dihasilkan TPA Mandung kebanyakan digunakan untuk memupuk tanaman taman kota, tanaman di kantor-kantor, dan taman di TPA Mandung. “Ada juga masyarakat yang mencari, pupuk ini gratis,” terangnya.

Dia menjelaskan, tinja ini terkumpul berasa dari septic tank (lubang tinja WC) warga. Sepanjang tahun 2019, terdata 468 KK mengakses layanan oncall kuras septic tank. Rinciannya, Kecamatan Tabanan 196 KK, Kediri 182 KK, Kecamatan Kerambitan 30 Kecamatan Marga 20 KK, Kecamatan Baturiti 8 KK, Kecamatan Pupuan 2 KK, Kecamatan Selemadeg Timur 10 KK, Kecamatan Selemadeg Barat 5 KK, dan Kecamatan Penebel 15 KK. “Dari jumlah 468 ini, 275 dilayani DLH, sementara 193 KK dilayani pihak swasta. Dan tiap hari rata-rata tinja yang dibawa ke TPA untuk diolah sebanyak 5 mobil tangki dengan volume 3 meter kubik,” tandas Subagia. *des

Komentar