nusabali

Pendiri Samsara Living dan Gede Yudana Raih Anugerah Kebudayaan Nasional

  • www.nusabali.com-pendiri-samsara-living-dan-gede-yudana-raih-anugerah-kebudayaan-nasional

AMLAPURA, NusaBali
Pendiri Samsara Living Museum, Ida Bagus Oka Gunartawa dan seniman I Wayan Gede Yudana meraih penghargaan Anugerah Kebudayaan Nasional 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali I Made Dharma Suteja bersama Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, dan Kepala Kelompok Kerja Apresiasi Kebudayaan Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Arifin, yang menyerahkan penghargaan itu di Samsara Living Museum, Banjar Yeh Bunga, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Rabu (16/12).

Sehari sebelumnya maestro penyair Indonesia, Umbu Landu Paranggi, 77, juga dianugerahi penghargaan yang sama. Penyerahan penghargaan dihadiri Kadis Kebudayaan Karangasem I Putu Arnawa, dan anggota dewan juri Bens Leo dan Gilang Ramadhan. Penyair Umbu Landu Paranggi dan seniman I Wayan Gede Yudana meraih penghargaan melalui penilaian anggota tim penilai penghargaan kebudayaan kategori pencipta, pelopor, dan pembaru beranggotakan 5 orang. Mereka itu Bens Leo dari pengamat musik, Dolorosa Sinaga seni rupa, Julianti L Parani koreografer, Seno Joko Suyono wartawan dan aktivis kebudayaan, serta Triana Wulandari dari unsur sejarawan.

Kategori komunitas diberikan kepada pendiri Samsara Living Museum, Ida Bagus Oka Gunartawa, melalui penilaian tim penilai penghargaan kebudayaan kategori komunitas. Dewan juri yakni Endo Suanda dari unsur etnomusikologi, Rizald Siagian dari unsur etnomusikologi, Gunawan Paggaru dari praktisi, Gilang Ramadhan dari seniman musik, dan Idham Bachtiar Setiadi dari antropologi. Gilang Ramadhan menuturkan, penganugerahan Anugerah Kebudayaan Nasional dilaksanakan rutin setiap tahun sejak tahun 1969, merupakan program apresiasi bagi perseorangan atau lembaga yang berperan aktif dan berdampak dalam pelestarian kebudayaan Indonesia.

Penganugerahan terbagi delapan kategori: pelestari, pencipta, pelopor dan pembaru, maestro seni, tradisi, komunitas, anak dan remaja, dan pemerintah yang peduli pengembangan kebudayaan. Tokoh seni yang diberikan yakni budayawan, seniman, sastrawan, sejarawan, antropolog, arkelolog, pengamat atau kritikus seni, penggagas, pegiat budaya, dan lain-lainnya. “Pemenangnya tiap tahun selalu ada dari Bali. Sekarang Samsara Living Museum jadi salah satu pemenang. Museum ini akan jadi contoh buat Indonesia,” ujar Gilang Ramadhan yang lebih dikenal sebagai panabuh drum dan perkusi.

Bens Leo mengatakan, penyair Umbu Landu Paranggi dan seniman tabuh I Wayan Gede Yudana diberikan penghargaan karena telah memberikan inspirasi kepada generasi muda di Bali untuk terus berkarya. “Pemerintah hadir memberikan penghargaan," kata Bens Leo. Hanya saja, seniman I Wayan Gede Yudana berhalangan hadir karena masih di Selandia baru, sehingga pengambilan penghargaan berupa sertifikat, pin emas bergambar burung garuda, dan uang tunai Rp 50 juta diwakili Prof I Made Bandem. Sementara Ida Bagus Oka Gunartawa selaku penggagas berdirinya Samsara Living Museum atas petunjuk Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, penghargaan ini sebagai motivasi untuk pemajuan kebudayaan ke depan. *k16

Komentar