nusabali

Perpustakaan SDN 10 Sumerta Ditimpa Pohon

Angin Kencang Bikin Tumbang Sejumlah Pohon di Denpasar

  • www.nusabali.com-perpustakaan-sdn-10-sumerta-ditimpa-pohon

Robohnya pohon mangga tersebut selain diterpa angin kencang juga karena umur pohon yang sudah tua sekitar 35 tahun.

DENPASAR, NusaBali

Atap gedung perpustakaan SD Negeri 10 Sumerta, di Jalan Katrangan, Banjar Ketapian, Kelurahan Sumerta, Denpasar Timur sebagian hancur tertimpa pohon mangga, Senin (7/12). Tumbangnya pohon mangga jenis harum manis berdiameter sekitar 1 meter dan tinggi sekitar 7 meter ini karena diterjang angin kencang. Akibatnya, pihak sekolah memperkirakan kerugiannya mencapai Rp 15 juta.

Pohon mangga tersebut diketahui roboh sekitar pukul 12.55 Wita. Sebelum roboh diketahui seluruh guru dan kepala sekolah sempat ke sekolah untuk melakukan pemeriksaan hasil ulangan siswa melalui dalam jaringan (daring). Mereka tidak mengetahui angin kencang yang terjadi di sekolahnya. Sebab, dari pagi hari hingga pulang pukul 12.15 Wita, angin masih normal seperti biasa.

Setelah ditinggal pulang, angin kencang baru diketahui muncul dan merobohkan satu pohon jenis mangga ke arah barat laut. "Ternyata yang tertimpa itu atap perpustakaan dan mess guru yang sudah tidak terpakai. Saya tadi memang di sekolah sama guru yang lain, begitu pulang ditelepon sama pak lurah karena staf nelepon pak lurah dibilang pohon mangganya roboh saya langsung kembali ke sekolah," jelas Plt Kepala Sekolah (Kasek) SDN 10 Sumerta, Ni Wayan Swasdewi.

Swasdewi mengungkapkan, robohnya pohon tersebut selain diterpa angin kencang juga karena umur pohon yang sudah tua sekitar 35 tahun. Sebelum tumbang, Swasdewi mengaku sempat merencanakan melakukan perompesan bekerjasama dengan Kelurahan Sumerta.

Tetapi karena bertahap, yang dilakukan perompesan pertama baru pohon nangka yang berada di tembok utara sekolah. "Sudah direncanakan memang dilakukan perompesan. Tapi ini untuk pohon mangganya itu bertahap, ternyata ada angin kencang. Malah tumbang duluan dan mengenai perpustakaan sama mess guru," imbuhnya.

Mess guru tersebut beruntungnya sudah tidak ditempati lagi karena atap dan ornamen sudah lapuk. Yang masih digunakan adalah perpustakaan. Beruntungnya, pohon mangga tersebut tidak sampai membuat plafon jebol. "Hanya genteng dan kap bajanya saja. Itu yang mahal, untung saja tidak ada orang tadi karena semua sudah pulang," ujarnya.

Kerugian yang dialami menurut Swasdewi ditaksir sebesar Rp 15 juta. Dia juga mengatakan pohon yang masih ada di halaman sekolah dan ukurannya cukup tinggi, akan segera dikoordinasikan dengan Kelurahan Sumerta agar secepatnya bisa dibantu untuk melakukan perompesan. Hal itu untuk antisipasi pohon lainnya tumbang dan merusak fasilitas sekolah.

Sementara dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa mengatakan angin kencang melanda Kota Denpasar membuat pohon rumbang di beberapa titik. Seperti di Jalan PB Sudirman IV, Lingkungan Wirasatya, Kelurahan Dauh Puri, Denpasar Barat, Jalan Jaya Giri XVII, Desa Sumerta Kelod, Denpasar Timur.

Lalu ada juga di Jalan Dewi Madri, Desa Sumerta Kelod, Denpasar Timur, Jalan Letda Reta, Gang Harum, Banjar Yangbatu Kauh, Desa Dangin Puri Kelod, Denpasar Timur, dan Kantor DPRD Provinsi Bali. Beberapa pohon tumbang tersebut menimpa tembok, sedikit atap rumah warga, atap sekolah. "Rata-rata pohon yang tumbang berdiameter 20-50 centimeter. Dengan total seluruh kerugian sekitar Rp 100 juta," jelasnya.

Gus Joni sapaannya mengimbau untuk masyarakat yang memiliki rumah dekat pohon besar agar menginformasikan kepada petugas DLHK untuk dilakukan perompesan. Hal itu dilakukan untuk mengurangi tingkat beban pohon. Apalagi selain angin kencang Denpasar juga dilanda hujan deras. *mis

Komentar