nusabali

Hiu Paus Terdampar di Candidasa

  • www.nusabali.com-hiu-paus-terdampar-di-candidasa

Menurut Kepala KSDA Karangasem, hiu paus itu terdampar karena terjadi perubahan cuaca di laut.

AMLAPURA, NusaBali
Hiu paus atau hiu tutul (rhincodon typus) sepanjang 420 cm dengan lebar kepala 92 cm terdampar di Pantai Objek Wisata Candidasa, Banjar Samuh, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, Minggu (6/12) sekitar pukul 06.00 Wita. Petugas KSDA (Konservasi Sumber Daya Alam) Karangasem berkoordinasi dengan petugas Sat Pol Air Polres Karangasem, dan Kelian Banjar Samuh melakukan evakuasi dan menguburkan bangkai hiu paus di Pantai Pasih Kelod, Banjar Bugbug Kelod, Desa Bugbug.

Informasinya, salah seorang warga saat melintas di Pantai Objek Wisara Candidasa melihat hiu paus terdampar. Warga ini melapor ke kantor Polisi Sub Sektor Candidasa. Laporan diterima oleh Kanit Gakum Polisi Sub Sektor Candidasa Aiptu I Wayan Udiana. Selanjutnya Aiptu Wayan Udiana berkoordinasi dengan Kepala KSDA Karangasem. Kepala KSDA Karangasem I Gusti Bagus Suteja bersama Kasatpol Air Polres Karangasem AKP I Gusti Bagus Suteja, Kelian Banjar Samuh Ni Nyoman Citera Darma Wijayanti, berkoordinasi di lokasi kejadian untuk melakukan penguburan.

Petugas memerlukan alat berat untuk menguburkan bangkai hiu paus di Pantai Pasih Kelod. Tali plastik biru dipakai menjerat hiu paus lalu ditarik menggunakan jukung menuju Pantai Pasih Kelod. Kepala KSDA Karangasem I Gusti Bagus Suteja mengatakan, penyebab hiu paus terdampar karena terjadi perubahan cuaca di laut. Awalnya terjadi air pasang dan gelombang besar, menyebabkan hiu paus terdorong gelombang dan terdampar ke pantai. Hiu paus dengan mulut lebar dan panjang tubuhnya 420 cm itu diperkirakan beratnya sekitar 500 kilogram dengan umur 15 tahun. Hiu paus itu masuk jajaran ikan terbesar di laut. Panjang ikan hiu paus umumnya bisa mencapai 12 meter dengan berat 20 ton, umurnya mencapai 70 tahun.

Kelian Banjar Samuh, Ni Nyoman Citer Darma Wijayanti, mengaku setelah berkoordinasi dengan Kelian Banjar Bugbug Kelod diizinkan mengubur di Pantai Pasih Kelod. “Memang harus dikubur, tidak boleh dipotong-potong,” kata Citera Darma Wijayanti. Terdamparnya hiu paus itu sempat jadi tontonan warga yang melintas. Banyak juga sengaja datang ke Pantai Objek Wisata Candidasa untuk menyaksikan dari dekat. Pada mulut hiu paus itu berdarah karena berbenturan dengan batu karang. Bangkai hiu paus terlihat masih segar karena kematiannya sekitar beberapa jam. *k16

loading...

Komentar