nusabali

Trauma, Ngungsi ke Rumah Kerabat

Rumah Warga di Karangasem dan Buleleng Diterpa Longsor

  • www.nusabali.com-trauma-ngungsi-ke-rumah-kerabat

Satu keluarga di Banjar Batu Ampin, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, menginap di rumah kerabat karena khawatir terjadi longsor susulan.

AMLAPURA, NusaBali

Hujan lebat pada Sabtu kemarin menimbulkan sejumlah kerusakan, berupa tanah longsor yang mengakibatkan bangunan rumah jebol, serta pohon tumbang di wilayah Kabupaten Karangasem dan Buleleng.

Di Banjar Batu Ampin, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, dilaporkan, rumah milik I Wayan Landra, 43, tembok kamar bagian belakang jebol kena hantaman longsor dari tebing setinggi 4 meter pada Sabtu (5/12) sekitar pukul 15.20 Wita.

Tembok kamar yang terbuat dari batako, sebagian jebol, dan material masuk ke dalam kamar menyebabkan keluarga I Wayan Landra trauma. Sehingga dia bersama istri dan tiga anaknya untuk sementara menginap di rumah kerabatnya, khawatir terjadi longsor susulan.

Perbekel Jungutan I Wayan Wastika mengatakan, seharian di Desa Jungutan dan sekitarnya dilanda hujan lebat. Pada sore hari diterima laporan terjadi tanah longsor menimpa rumah warga di Banjar Batu Ampin. Lokasi rumah warga persis menempel dengan tebing, sehingga begitu longsor terjadi, menimpa tembok kamar tidur. Peristiwa tersebut langsung dilaporkan kepada BPBD Karangasem.

Kalak BPBD Ida Ketut Arimbawa mengapresiasi langkah Perbekel Jungutan I Wayan Wastika yang telah meyakinkan pemilik rumah agar untuk sementara bersedia tinggal di rumah kerabatnya. “Sebab kemungkinan longsor susulan akan terjadi, apalagi diperkirakan hujan lebat kembali mengguyur. Di samping struktur tanah di Desa Jungutan rata-rata labil,” kata Ida Ketut  Arimbawa.

Bencana tanah longsor juga terjadi di Banjar Nangka, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem. Material longsor menutup sebagian bahu jalan, akses menuju Pura Penataran Agung dan Banjar Butus. Petugas telah melakukan penanganan mengevakuasi material longsor, agar pengendara tidak ada yang terganggu.

Sedangkan jalan ambles terjadi di Banjar Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang yang merupakan akses menuju pusat pemukiman warga dan Pura Tunggul Besi.

Hujan lebat juga mengakibatkan tiga pohon tumbang. Pohon nangka tumbang di Banjar Tihingan Kauh, Desa/Kecamatan Bebandem. Sementara itu, pohon beringin tumbang ke jalan raya di Banjar Bujaga, Desa Nongan, Kecamatan Rendang.

Hujan lebat disertai angin kencang terjadi di wilayah Buleleng pada Sabtu (5/12) sore. Angin kencang menerpa dua pohon besar hingga tumbang dan menimpa rumah milik Ketut Suwitra, warga Banjar Dinas/Desa Kalibukbuk, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Ida Bagus Suadnyana menyampaikan, angin kencang yang menerpa pada Sabtu sore sekitar pukul 15.30 Wita menumbangkan pohon besar jenis santen dan jepun, yang menimpa rumah Ketut Suwitra. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Pohon dengan tinggi sekitar 5 meter dan diameter sekitar 50 cm ini tumbang dan merusak bagian atap, plafon, dan tembok rumah Ketut Suwitra. Kerugian yang diakibatkan ditaksir mencapai Rp 12 juta. “Pohon tumbang menimpa rumah warga namun nihil korban jiwa,” kata dia.

Atas peristiwa itu, pihak BPBD Kabupaten Buleleng langsung cepat merespons dengan mengirim 15 petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi lengkap dengan peralatan pemotong kayu dan pembersihan. “Sudah kami lakukan penanganan hingga pukul 19.00 Wita,” kata Ida Bagus Suadnyana.

Sementara itu, hujan lebat yang terjadi Sabtu kemarin juga menyebabkan longsor di Banjar Dinas Desa, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Peristiwa longsor membuat jebol bangunan dapur rumah milik Gede Legawa pada sekitar pukul 14.00 Wita saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Longsor disebabkan talut tidak mampu menampung resapan air hujan yang masuk ke tanah di sebelah bangunan dapur tersebut. Akibat longsor tersebut, tembok dapur berukuran 4 meter x 3 meter jebol dan merusak sebagian perkakas di dalamnya. Kerugian yang dialami ditaksir mencapai Rp 3 juta.

Warga dibantu 4 personel TRC BPBD Buleleng bergotong royong untuk membersihkan lokasi longsor. “Kerusakannya hanya dinding dapur saja. Tidak ada korban jiwa kebetulan bangunan dapur terpisah dengan rumah. Jadi tidak ada langkah evakuasi penghuni rumah dari lokasi tersebut,” tandas Ida Bagus Suadnyana. *k16, cr75

loading...

Komentar