nusabali

Zona Kuning, Jembrana Siap Pembelajaran Tatap Muka

  • www.nusabali.com-zona-kuning-jembrana-siap-pembelajaran-tatap-muka

NEGARA, NusaBali
Kabupaten Jembrana kembali masuk zona kuning (risiko rendah) penyebaran Covid-19, setelah kasusnya agak bereda belakangan.

Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Jembrana pun lanjutkan rencana untuk membuka pembelajaran tatap muka sekolah tingkat SD dan SMP. Data terbaru yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, per Jumat (20/11) di Jembrana hanya muncul 1 kasus baru Corona, sama dengan sehari sebelumnya. Jumlah kumulatif positif Covid-19 di Jembrana kini mencapai 497 kasus, di mana 464 orang di antaranya sudah berhasil sembuh, 22 orang masih dalam perawatan, dan 11 orang lagi meninggal dunia. Jembrana sendiri sudah turun status dari zona oranye (risiko sedang) ke zona kuning, beberapa hari lalu.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikora Jembrana, I Nyoman Wenten, mengatakan untuk persyaratan teknis membuka pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pandemi Covid-19, sudah terpenuhi. Termasuk kesiapan protokol kesehatan (Prokes) di masing-masing sekolah dan persetujuan orangtua siswa. “Dari daftar periksa kesiapan Prokes di sekolah-sekolah, sudah semua siap,” ujar Nyoman Wenten di Negara, Jumat kemarin.

Mengingat persyaratan teknis sudah lengkap dan Jembrana kembali ditetapkan sebagai zona kuning, kata Wenten, pihaknya tinggal meminta rekomendasi Bupati Jembrana untuk PTM tingkat SD dan SMP se-Jembrana. Surat permohonan rekomendasi itu juga sudah disusun, Jumat kemarin, dan rencananya akan diajukan kepada Bupati, pekan depan. “Nanti kalau sudah dapat izin dari Bupati, kita tinggal laksanakan PTM,” tegas Wenten.

Menurut Wenten, sejak Jembrana kembali ditetapkan sebagai zona kuning, program guru kunjung maupun klinik pembelajaran juga sudah kembali dilaksanakan mulai Senin (16/11) lalu. Sedangkan untuk PTM, tetap harus menunggu persetujuan Bupati Jembrana. “Nanti untuk PTM yang diperbolehkan dalam masa adaptasi kebiasaan baru ini, sesuai aturan dari pusat, sifatnya terbatas. Artinya, tidak semua PTM seperti biasa. Tetapi, bergiliran antara PTM dengan yang PJJ (pembelajaran jarak jauh),” katanya.

Sesuai persiapan yang telah dirancang bersama para Kepala Sekolah (Kasek) SD dan Kasek SMP se-Jembrana, dalam melaksanakan PTM terbatas nanti,  jumlah siswa yang dihadirkan ke sekolah maksimal 50 persen dari total siswa per rombongan belajar (Rombel). Pembagiannya, akan menggunakan pola on off secara bergilir selama 3 hari.

Sementara itu, pandemi Covid-19 di Bali masih terus berkecamuk ditandai dengan munculnya 61 kasus baru per Jumat kemarin, bersamaan dengan 54 pasien sembuh dan 2 pasien lagi diumumkan meninggal. Tambahan kasus terbanyak terjadi di Kota Denpasar mencapai 16 kasus baru, disusul Badung (12 kasus baru), Karangasem (10 kasus baru), Klungkung (9 kasus baru), Tabanan (8 kasus baru), Gianyar (4 kasus baru), Buleleng (1 kasus baru), dan Jembrana (1 kasus baru). Derah di Bali yang nihil kasus baru adalah Bangli. Bahkan, Bangli sudah tiga hari beruntun nihil kasus baru, sejak Rabu (18/11) lalu.

Dengan tambahan 61 pasien baru per Jumat kemarin, maka jumlah kumulatif positif Covid-19 di Bali kini mencapai 13.066 kasus. Berdasarkan klasifikasi penyebarannya, terbanyak merupakan kasus transmisi lokal yakni mencapai 12.664 orang atau 96,92 persen dari total 13.066 kasus positif. Sisanya, 297 orang imported case dari PMI yang punya riwayat perjalanan ke luar negeri (2,27 persen), 97 orang imported case dari riwayat perjalanan ke luar daerah Bali (0,74 persen), dan 8 orang WNA (0,06 persen).

Daerah di Bali yang paling parah terpapar Covid-19 hingga saat ini masih tetap Denpasar, yakni mencapai 3.612 kasus, yang mana 3.541 orang di antaranya merupakan transmisi lokal. Disusul kemudian Badung dengan 2.272 kasus positif Corona, Gianyar 1.730 kasus), Buleleng (1.145 kasus), Karang-asem (968 kasus), Tabanan (968 kasus), Klungkung (919 kasus), Bangli (869 kasus), dan Jembrana (497 kasus).

Pada hari yang sama, Jumat kemarin, di Bali kembali terdapat 54 pasien Covid-19 yang berhasil sembuh. Tambahan pasien sembuh terbanyak berada di Gianyar mencapai 16 orang. Disususl kemudian di Badung dengan 15 pasien sembuh, Denpasar (7 pasien sembuh), Buleleng (6 pasien sembuh), Karangasem (6 pasien sembuh), Tabanan (3 pasien sembuh), dan Klungkung (2 pasien sembuh).

Ini untuk kelima kalinya dalam 7 hari terakhir terjadi jumlah pasien sembuh jauh di bawah kasus baru. Sebelumnya, sempat tiga kali secara beruntun terjadi jumlah pasien sembuh jauh di bawah kasus baru, yakni 15 November (ketika 55 pesien sembuh bersamaan dengan munculnya 60 kasus baru), 16 November (ketika 31 pasien sembuh bersamaan dengan menunculnya 68 kasus baru), 17 November (ketika 51 pesien sembuh bersamaan dengan menunculnya 89 kasus baru), dan 19 November (ketika 66 pasien sembuh bersamaan dengan menunculnya 88 kasus baru).

Sedangkan fenomena jumlah pasien sembuh melampaui kasus baru dalam enam hari terakhir, terjadi pada 14 November (ketika ada 61 pasien sembuh bersamaan dengan munculnya 48 pasien baru) dan 18 November (ketika 85 pasien sembuh bersamaan dengan munculnya 69 kasus baru).

Dengan tambahan 51 pasien sembuh per Jumat kemarin, maka jumlah kumulatif positif Covid-19 di Bali yang sudah berhasil sembuh kini mencapai 11.958 orang. Angka kesembuhan di Bali kini berkisar 91,52 persen dari total 13.066 kasus positif atau turun lagi sekitar 0,01 persen dibanding sehari sebelumnya. Ini semakin jauh dari rekor tingkat kesembuhan tertinggi di Bali selama pandemi Covid-19 yang mencapai 92,24 persen per 10 November 2020 lalu.


Sementara, jumlah pasien Covid-19 di Bali yang meninggal dunia hingga saat ini tetap mencapai 410 orang atau 3,14 persen dari total 13.066 kasus positif. Ini stelah per Jumat kembali kembali ada 2 pasien meninggal, masing-masing di Buleleng dan Tabanan. Total 410 pasien Covid-19 di Bali yang meninggal terdiri dari 407 orang WNI dan 3 orang WNA.

Dari jumlah itu, korban meninggal terbanyak berada di Denpasar mencapai 82 orang, disusul Gianyar (70 orang), Buleleng (57 orang), Karangasem (51 orang), Badung (46 orang), Tabanan (39 orang), Bangli (34 orang), Klungkung (17 orang), dan Jembrana (11 orang). Sedangkan pasien Covid-19 di Bali yang masih dalam perawatan hingga kemarin mencapai 698 orang atau 5,34 persen dari total 13.066 kasus positif Corona. *ode,ind

loading...

Komentar