nusabali

BRSU Tabanan Tak Berlakukan WFH

Layanan Rawat Jalan di Poliklinik Diperpanjang

  • www.nusabali.com-brsu-tabanan-tak-berlakukan-wfh

Hunian pasien Covid-19 di BRSU Tabanan sudah berkurang. Dari 46 bed yang disediakan, sekarang hanya terisi pasien positif Covid-19, 10 orang.

TABANAN, NusaBali
Mulai Senin (23/11), layanan Polikinik untuk pasien rawat jalan di BRSU Tabanan, diperpanjang hingga pukul 14.00 Wita, dari sebelumnya hanya pukul 13.00 Wita. Perpanjangan waktu ini seiring dengan tidak lagi pemberlakuan work from home (WFH) untuk para pegawai.

Direktur BRSU Tabanan dr Nyoman Susila mengatakan untuk layanan Poliklinik rawat jalan, pendaftaran pasien dimulai dari pukul 08.00 Wita - 12.00 Wita. Pelayanan dimulai pukul 08.30 Wita - 14.00 Wita. "Kami berlakukan perpanjangan jam untuk layanan rawat jalan mulai Senin (23/11)," ungkapnya, Jumat (20/11).

Menurut dr Susila, sebelum pandemi layanan rawat jalan di BRSU Tabanan hanya diberlakukan sampai pukul 13.00 Wita. Dengan berbagai pertimbangan, terutama Poliklinik juga ada administrasi layanan, waktu pelayanan yang diberlakukan sampai pukul 13.00 Wita dengan sistem kerja WFH, ternyata kekurangan waktu. "Jadi sekarang layanan kami perpanjang dan tidak berlakukan WFH," bebernya.

Seiring dengan tidak diberlakukan WFH, BRSU Tabanan menambah ruangan kerja pegawai. Dimana ruang tamu di BRSU Tabanan dijadikan ruang kerja untuk menerapkan social distancing.

Tak hanya itu, untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 dari kluster kantor, seluruh pegawai diberikan masker bedah dan face shiled. "Penggunakan masker bedah dan face shiled sangat efektif untuk mencegah virus itu menyebar, sudah kami buktikan sebelumnya," tegas dr Susila.

dr Susila menegaskan, meskipun di tengah pandemi Covid-19, kegiatan BRSU Tabanan berjalan normal, bahkan ada penambahan kegiatan. "Untuk itu kami tidak berlakukan WFH lagi dengan catatan prokes diperketat,"

Sementara itu, tingkat hunian pasien Covid-19 di BRSU Tabanan sudah berkurang. Dari 46 bed yang disediakan, sekarang hanya terisi pasien positif Covid-19, 10 orang. Kondisi yang sama juga terjadi di UPTD RS Nyitdah dari 60 bed yang disediakan, hanya terisi 7 pasien Covid-19. "Memang pasien positif lebih banyak tanpa gejala, dan mereka sudah dirawat di hotel terintegrasi," terang dr Susila. *des

loading...

Komentar