nusabali

Jembrana Kembali ke Zona Kuning

Kesembuhan Pasien Covid-19 Meningkat

  • www.nusabali.com-jembrana-kembali-ke-zona-kuning

NEGARA, NusaBali
Perkembangan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Jembrana semakin membaik.

Di samping tambahan kasus baru yang terus menurun, selama dua pekan terakhir tingkat kesembuhan positif Covid-19 di Gumi Makepung bertahan di atas 90 persen.  Atas kondisi tersebut, dari Satgas Penanganan Covid-19 Pusat kembali menetapkan Jembrana menjadi zona kuning penyebaran Covid-19. Dalam sehari, Kamis (19/11), ada tambahan 4 pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh di RSUD Negara. Keempat pasien sembuh itu, 2 orang dari Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, seorang dari Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, dan seorang dari Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana.

Dengan tambahan 4 pasien sembuh itu, kumulatif pasien positif Covid-19 yang sembuh di Jembrana per Kamis kemarin, mencapai 464 orang. Tingkat kesembuhan pasien itu mencapai 93,5 persen dari total 496 kasus. Sementara yang meninggal dunia tetap 11 orang, dan 21 orang yang masih dirawat.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana dr I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, dalam dua pekan terakhir ini, penanganan Covid-19 di Jembrana mencatatkan hasil cukup baik. Sesuai update peta risiko penyebaran Covid-19 dari Satgas Penangan Covid-19 Nasional pekan ini, Jembrana kembali sebagai zona kuning atau risiko rendah Covid-19. “Ya sekarang sudah kembali zona kuning. Dari sebelumnya sempat zona orange (risiko sedang),” ujarnya.

Arisantha mengatakan, captain zona kuning ini, harapannya dapat dipertahankan. Bahkan harapannya, bisa menjadi zona hijau. “Yang terpenting tetap penerapan 3 M (Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga jarak). Sedangkan dari Satgas, kita tetap perkuat 3 T (Tracing, Testing dan Treatment). Hal pokok itu lah yang menjadi tolak ukur,  sehingga kita mampu turun kembali ke zona kuning,” ucapnya.

Menurutnya, dari hasil tracing yang juga semakin ditingkatkan akhir-akhir ini, semakin membaik. Di mana yang terdeteksi positif Covid-19 semakin menurun. Begitu juga untuk kasus suspek, probable, maupun positif Covid-19 yang sembuh terus meningkat. “Dalam penentuan zonasi risiko itu, ada berbagai indikator. Tidak hanya dari tingkat kesembuhan. Tetapi selama dua pekan terakhir, juga dilihat berapa jumlah pemeriksaan sampel diagnosis, dan berapa yang positif dari jumlah sampel,” ujar Arisantha yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Jembrana ini.*ode

loading...

Komentar