nusabali

Basarnas Terima 73 Permintaan Evakuasi Selama Pandemi

  • www.nusabali.com-basarnas-terima-73-permintaan-evakuasi-selama-pandemi

MANGUPURA, NusaBali
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar mencatat 73 permintaan operasi search and rescue (SAR) dalam periode Januari hingga Oktober 2020.

Dari total tersebut, permintaan yang membahayakan nyawa manusia berada pada posisi pertama yakni sebanyak 46 kali dan kecelakaan kapal posisi kedua sebanyak 25 permintaan. Kepala Basarnas Denpasar I Gede Darmada menerangkan dalam 10 bulan terakhir, pihaknya sudah melakukan operasi SAR 73 kali di seluruh Pulau Dewata. Pada tiga bulan pertama sebelum mencuatnya wabah global Covid-19, pihaknya mencatat 20 permintaan, yakni, 9 permintaan (Januari), 5 permintaan (Februari), dan 6 permintaan (Maret). “Permintaan pada tiga bulan pertama tahun 2020 ini didominasi kondisi membahayakan nyawa manusia seperti ada orang hilang di gunung, orang tenggelam di sungai, dan orang yang jatuh ke seumur yakni sebanyak 16 permintaan dan 4 permintaan pencarian kecelakaan kapal,” tutur Darmada saat ditemui di kantor Basarnas Denpasar, Jalan Uluwatu Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung pada Kamis (12/11) siang.

Setelah pandemi Covid-19 mencuat, Basarnas menerima permintaan evakuasi yang cukup signifikan. Pada April sebanyak 4 permintaan, Mei sebanyak 10 permintaan, Juni 10 permintaan, Juli 10 permintaan, Agustus 6 permintaan, September 4 permintaan, dan Oktober ada 8 permintaan. Permintaan saat pandemi ini, didominasi penyelamatan yang membahayakan nyawa manusia. “Dalam catatan kami, masih didominasi permintaan penyelamatan yang membahayakan nyawa manusia sebanyak 30 permintaan. Kemudian, kecelakaan kapal sebanyak 20 permintaan,” tutur Darmada.

Menurut dia, proses operasi SAR saat pandemi ini adalah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Tim yang dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian dan penyelamatan menggunakan pakaian pelindung. Hal ini semata untuk mencegah penyebaran Covid-19 terhadap awak Basarnas yang bertugas. “Untuk proses evakuasi saat pandemi ini, kami selalu mematuhi protokol kesehatan. Semua proses evakuasi ataupun pencarian yang ada kontak fisik, tim menggunakan APD lengkap. Penggunaan pakaian lengkap ini sesuai arahan pusat,” tandas Darmada. *dar

Komentar