nusabali

Kasus Covid-19 Tembus Empat Digit, Buleleng Masih Oranye

  • www.nusabali.com-kasus-covid-19-tembus-empat-digit-buleleng-masih-oranye

SINGARAJA, NusaBali
Delapan bulan sejak pandemi Covid-19 masuk ke Buleleng hingga Minggu (25/10) jumlah kasus konfirmasi kumulatif pecah telur di angka seribu kasus atau empat digit.

Jumlah tersebut setelah ada penambahan empat kasus baru yang tercatat Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng.

Penambahan kasus baru tersebut tersebar di empat kecamatan yang masing-masing 1 orang di Kecamatan Tejakula, Seririt, Buleleng dan Busungbiu. Sehingga kasus konfirmasi kumulatif yang sebelumnya berjumlah 999 orang pada Sabtu (24/10) menjadi 1.003 pada Minggu (25/10).

Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng Gede Suyasa mengatakan jumlah kasus yang mencapai angka seribu jika dilihat dari perbandingan kasus dengan kabupaten/kota di Bali tergolong tinggi. Kabupaten Buleleng pun berada di posisi keempat setelah Denpasar, Badung dan Gianyar.

“Tergantung dari sisi mana melihat, kalau dari kumulatif dengan kabupaten lain tergolong tinggi, tetapi kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk Buleleng 823 ribu jiwa persentasenya kecil sekali. Kalau dari tingkat kesembuhan Buleleng tinggi berkisar 89-90 persen,” jelas Suyasa yang juga Sekda Buleleng itu.

Hingga Minggu kemarin jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh sebanyak 905 orang atau 90,22 persen. Termasuk enam orang pasien yang dinyatakan sembuh Minggu (25/10) atas diagnosis klinis Dokter Penanggungjawab Pasien (DPJP). Keenamnya yakni 2 orang warga Kecamatan Sawan, 1 orang masing-masing warga Kecamatan Banjar, Seririt, Buleleng dan Kubutambahan. Sedangkan jumlah pasien meninggal masih tetap 53 orang dan sisa yang masih menjalani perawatan sebanyak 45 orang.

Perkembangan kasus Covid-19 yang masih berfluktuasi di Buleleng membuat Buleleng saat ini masih bertahan di zona oranye. Suyasa pun mengatakan untuk penentuan zona Covid-19 dilakukan oleh Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB). Menurutnya pemerintah pusat dengan rumusan penentuan zona Covid-19 masih melihat kasus kematian, fluktuasi penambahan kasus dan tingkat kesembuhannya. “Mudah-mudahan bisa terus menurun sampai ke kuning, tetapi semua ukuran penentuan zona pusat yang punya,” jelas dia.

Sejauh ini Gugus Tugas Kabupaten Buleleng menurut Suyasa sudah mengupayakan untuk terus menekan penyebaran kasus Covid-19 dengan berbagai kebijakan Bupati Buleleng yang sudah diterapkan sejak awal pandemi. Penegakan disiplin prokes Covid-19 hingga saat ini juga masih dikawal ketat tim gugus tugas.

Upaya teranyar sedang disiapkan operasional mesin PCR bantuan BNPB di akhir bulan Oktober ini. Jika sudah beroperasi pengujian sampel swab akan lebih efisien dari segi waktu. Percepatan proses untuk mengetahui hasil swab juga akan mempercepat kerja tim surveylance dalam mentracing kontak erat dari kasus terkonfirmasi.*k23

loading...

Komentar