nusabali

Petani Milenial Dilatih Bikin Es Krim dan Sirup Jagung Manis

  • www.nusabali.com-petani-milenial-dilatih-bikin-es-krim-dan-sirup-jagung-manis

DENPASAR, NusaBali
Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar bersama Universitas Warmadewa dan Agro Learning Center (ALC) memberikan pelatihan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian kepada petani milenial di Kawasan Agro Learning Center, Desa Peguyangan Kangin, Denpasar Utara, Rabu (21/10).

Petani milenial ini diberikan pelatihan pengolahan hasil pertanian untuk dijadikan produksi es krim dan sirup jagung manis. Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra, menjelaskan bahwa potensi pertanian di Kota Denpasar, khususnya komoditi jagung manis memang memiliki daya tarik tersendiri di masyarakat. Sehingga, tak heran jika jagung manis sangat mudah dijumpai di Kota Denpasar.

Melimpahnya pasokan jagung manis di Kota Denpasar membuat Dinas Pertanian terus merancang inovasi untuk meningkatkan nilai dan daya beli produk jagung manis pasca panen. Sehingga dilaksanakan pelatihan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian.

Adapun inovasi yang dipilih, yakni pelatihan pembuatan es krim jagung manis dan sirup jagung. Kegiatan yang digelar selama 3 hari ini diikuti oleh sedikitnya 15 peserta dari kalangan petani milenial Denpasar dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat. Selain itu kata Ambara bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan ekonomi setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19, terutama ditujukan untuk generasi muda yang terkena dampak pandemi Covid-19.

“Kami harap selain meningkatkan nilai tambah produk, para generasi milenial ini mampu menciptakan pasar baru bagi produk ini di Kota Denpasar, sehingga bisa membantu membangkitkan perkekonomian,” terangnya.

Sementara Ketua Program Studi Magister Sains Pertanian Universitas Warmadewa, Rai Sita Laksmi, mengatakan bahwa topik pelatihan sengaja dipilih Inovasi Pembuatan Es Krim Jagung Manis dan Sirup Jagung Manis. Hal ini mengingat Kota Denpasar sebagai salah satu sentra produksi jagung manis. “Melalui petani generasi milenial ini, saya berharap mampu menjadi pionir membangkitkan ekonomi melalui pengolahan hasil pertanian,” ungkapnya. *mis

Komentar