nusabali

Buah Cabai Diserang Ulat, Petani Pasang Perangkap

  • www.nusabali.com-buah-cabai-diserang-ulat-petani-pasang-perangkap

AMLAPURA, NusaBali
Serangan hama ulat membuat tanaman cabai berlubang dan berguguran. Buah cabai terserang hama ulat terutama yang masih hijau.

Mengurangi serangan hama, petani pasang perangkap berbahan bekas botol mineral dicat kuning dan dioles lem tikus. Perangkap ini dinamakan imago hama.

Pendiri Kelompok Tani Bajatani (Bangga Jadi Petani), I Ketut Semadiyasa, mengatakan dengan pemasangan perangkap maka ulat akan menempel pada lem. Saat terjadi serangan hama ulat, Semadiyasa menyarankan petani tancapkan batang bambu pada tanaman cabai yang telah berbuah. Batang bambu itulah diisi bekas botol mineral dicat kuning diolesi lem tikus. Menurutnya, warna kuning akan menarik hama ulat karena ulat suka menyerang buah yang warnanya hijau atau kuning. “Memang agak repot pasang botol plastik bercat kuning di setiap pohon cabai, tapi efektif daripada membiarkan buah cabai dimakan hama ulat buah,” katanya.

Menurut Semadiyasa, harga cabai mulai naik hingga Rp 100.000 per kilogram. Dia pun meminta petani semangat pasang perangkap agar buah cabai tidak habis diserang hama ulat. “Saya terus turun ke lapangan mengedukasi dan meyakinkan petani memasang jebakan untuk menangkap hama,” katanya. Cara-cara penanganan hami diberikan kepada Kelian Subak Abian Gunaksa, Desa Ababi, Ngurah Nyoman Sunila, dan Kelian Subak Bekukih I Ketut Dana.

Menurutnya, hama itu ada dua macam yakni hama yang merusak daun cabai adalah lalat grayak (spodoptera litura) dan ulat buah helicoverpa. Hama grayak itu memakan daun sehingga mengganggu fotosintesis tanaman cabai sedangkan ulat buah memakan buah membuat lubang di buah terutama buah masih hijau. “Biasanya hama itu menyerang di malam hari,” katanya. Biasanya petani ramai tanam cabai pada bulan Oktober-November dengan perhitungan Februari telah berbuah, saat itu harga cabai mencapai puncaknya. *k16

Komentar