nusabali

Jelang Kuningan, Bagian Umum Serahkan Rsi Bojana Untuk 40 Pemangku di Ubud

  • www.nusabali.com-jelang-kuningan-bagian-umum-serahkan-rsi-bojana-untuk-40-pemangku-di-ubud

GIANYAR, NusaBali
Menyambut Hari Raya Kuningan, Bagian Umum Pemkab Gianyar menggandeng Bank BRI dan Bank BPD Bali menyerahkan Rsi Bojana untuk 40 Pemangku Pura Kahyangan Tiga, Pura Panti dan lainnya se Kelurahan Ubud, Kamis (24/9).

Kabag Umum Gusti Bagus Adi Wicaksana alias Bem mengatakan penyerahan ini dilakukan secara door to door ke masing-masing rumah Pemangku. “Sasaran kami 40 Pemangku se Kelurahan Ubud sesuai yang terdata di Bagian Kesra,” jelasnya.
 
Dipilihnya Pemangku karena selama pandemic Covid-19 ini, berbagai bala bantuan telah menyentuh masyarakat kategori kurang mampu. “Rasanya kurang pas jika kita sentuh lagi yang kurang mampu. Sementara kalangan Pemangku menurut kami memang perlu diperhatikan juga,” jelasnya.

Tidak saja karena pandemic Covid-19, bantuan serupa sejatinya rutin dibagikan setiap 6 bulan sekali, menjelang Hari Raya Kuningan. “6 bulan lalu sasaran kami masyarakat kurang mampu, sekarang Pemangku. Jadi ini memang kami programkan rutin, mengingat Kelurahan Ubud adalah Desa Binaan kami,” jelasnya.

Dengan menggandeng pihak swasta, Bem berharap semua elemen masyarakat ikut tergerak untuk membantu warga yang membutuhkan. “Semua elemen, pemerintah swasta dan masyarakat sebaiknya bersama-sama gotong royong saling berbagi. Program ini juga atas instruksi Bupati Gianyar,” jelasnya.

Adapun Rsi Bojana yang diserahkan berupa 20 Kilogram beras, 2 liter minyak goreng, gula dan kopi. Pada saat penyerahan disaksikan Lurah Ubud, Tokoh Puri Ubud dan Kelihan Banjar. Pemangku Pura Penataran Desa Adat Ubud Jro Mangku Istri Ni Made Gambir menyambut baik penyerahan tersebut. Terlebih di usianya yang sekitar 70 tahun ini, aktifitas Jro Mangku Istri mulai terbatas. “Suksma bantuan niki, sangat meringankan beban keluarga. Tyang sejak pandemic niki hanya diam di rumah saja, karena faktor usia,” jelasnya. Selain itu, Jro Mangku juga dalam kondisi sakit sehingga harus banyak istirahat. “Dulu biasa buat jaje uli, mejejahitan, ngayah ke Pura. Sekarang lebih banyak istirahat, nyait ten (mejejahitan pun tidak),” ujarnya. *nvi

loading...

Komentar