nusabali

Inspektur Denpasar Meninggal karena Covid-19

Ida Bagus Sidharta Sempat 4 Hari Dirawat di RSUD Wangaya

  • www.nusabali.com-inspektur-denpasar-meninggal-karena-covid-19

Kepala Inspektorat Kota Denpasar Ida Bagus Gede Sidharta dinyatakan positif Corona, 5 September 2020, diduga tertular dari stafnya

DENPASAR, NusaBali

Kepala Inspektorat Kota Denpasar, Ida Bagus Gede Sidharta SE MSi, 56, meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Wangaya, Denpasar, Jumat (11/9) pagi pukul 08.00 Wita. Gus Sidharta terkonfirmasi positif Covid-19 sejak 5 September 2020, diduga tertular dari seorang stafnya di Inspektorat Kota Denpasar.

Plt Dirut RSUD Wangaya, dr I Dewa Putu Parwita, mengatakan almarhum Gus Sidharta sebelumnya dilarikan ke IGD RSUD Wangaya, 7 September 2020 pagi pukul 08.15 Wita, dalam keadaan sesak napas dan paru-paru yang sudah semakin parah. Karena kondisinya sudah kritis, birokrat kelahiran 24 Februari 1964 asal Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Buleleng ini langsung masuk Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Wangaya dan sempat dilakukan pemasangan ventilator.

Setelah mendapat perawatan, kata Dewa Parwita, kondisi Gus Sidharta sempat membaik, masa kritis sudah bisa dilalui. "Karena sudah membaik, kami mencoba memberikan terafi plasma konvalesen yang dicarikan dari orang yang sudah sembuh dari Covid-19, pada 9 September 2020. Kondisinya pun semakin membaik pada 10 September 2020,” ungkap Dewa Parwita, Jumat kemarin.

Namun, Jumat, 11 September 2020 dinihari pukul 03.15 Wita, Dewa Parwita mendapat kabar dari perawat yang bertugas bahwa kondisi Inspektor Kota Denpasar tiba-tiba drop. Padahal, Dewa Parwita sudah berencana untuk melalukan terafi plasma konvalesen yang kedua.

"Sayangnya, nyawa almarhum tidak bisa diselamatkan. Almarhum menghembuskan napas terakhir tadi pagi (kemarin) pukul 08.00 Wita. Almarhum punya riwayat penyakit bawaan cukup berat, yakni hypertensi dan diabetes. Sudah berkali-kali dulu perawatan dan rutin minum obat," papar Dewa Parwita.

Dewa Parwita menyebutkan, almarhum Gus Sidharta dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan uji swab, 5 September 2020 lalu. Adalah Dewa Parwita sendiri yang menyarankan Inspektur Kota Denpasar ini agar menjalani uji swab. Ketika itu, almarhum kebetulan menelepon Dewa Parwita setelah sempat meriang, lemas, sesak napas, dan batuk.

"Saya waktu itu menyarankan beliau agar di-swab saja, karena situasi seperti ini. Akhirnya, beliau bersedia dan saya ajak uji swab tanggal 2 September 2020. Bahkan, saya sendiri yang antar beliau untuk uji swab. Hasil uji swab baru keluar 5 September 2020 dan almarhum terkonfirmasi positif Covid-19,” kenang Dewa Parwita.

Menurut Dewa Parwita, almarhum Gus Sidharta diduga terpapar Cvid-19 dari salah satu stafnya di Inspektorat Kota Denpasar yang sudah lebih dulu positif Corona. Hal itu berdasarkan pengakuan almarhum, yang sempat bercerita bahwa salah satu stafnya terpapar Covid-19.

Sebetulnya, kata Dewa Parwita, pihaknya sudah siapkan ruangan khusus bagi Gus Sidharta untuk isolasi mandiri di Ruang Merak RSUD Wangaya pasca dinyatakan positif Corona, 5 September 2020. Namun, almarhum meminta waktu untuk isolasi mandiri, karena merasa belum siap. Sampai akhirnya akmarhum dilarikan ke IGD RSUD Wangaya dalam kondisi kritis, 7 September 2020. Berselang empat hari setelah menjalani perawatan intensif, Kepala Inspektorat Kota Denpasar ini meninggal dunia, Jumat pagi.

Hingga saat ini, jenazah Gus Sidharta masih dititip di Ruang Jenazah RSUD Wangaya. Rencananya, jenazah almarhum akan dikremasi di Krematorium Taman Mumbul, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung pada Soma Pon Dunggulan, Senin (14/9) lusa. Almarhum berpulang buat selamanya dengan meninggalkan istri tercinta Ida Ayu Ketut Purbadewi serta dua anak: IB Gede Putra Pradnyaba, 26, dan Ida Ayu Indah Pradnya Dewi, 18.

Ida Bagus Gede Sidharta sendiri menjabat Kepala Inspektorat Kota Denpasar, sejak tahun 2013 ketika menggantikan I Nyoman Atok Adiputra. Sebelum naik jadi Inspektur, almarhum sempat selama 7 tahun menjabat Sekretaris Inspektorat Kota Denpasar (2006-2013).

Almarhum Gus Sidharta yang alumnus S1 Manajemen Universitas Maha Saraswati Denpasar (1989) dan S2 Magister Sain Universitas Udayana (2009), mengawali karier di birokrasi sebagai staf Bagian Perekonomian Setda Kota Denpasar tahun 1992. Pada 1995, almarhum promosi menjadi Kepala Sub Bagian Produksi Bagian Perekonomian Daerah Setda Kota Denpasar. Jabatan itu dipegang sampai 1999 sebelum kemudian dialihkan menjadi salah satu Kasi di Dinas Lingkungan Hidup Kota Denpasar. Kemudian, Gus Sidharta dialihkan menjadi Kabid Perekonomian dan Kesejahteraan Sosial Kota Denpasar tahun 2003.

Menurut Sekretaris Inspektorat Kota Denpasar, Made Raka Arwita, almahum Gus Sidharta diketahui sudah tidak masuk kantor sejak 31 Agustus 2020, karena sakit. Almarhum diduga terpapar dari stafnya, yang sudah lebih dulu dinyatakan positif Corona sejak 25 Agustus 2020 dan dirawat di RS Bali Mandara Denpasar.

"Awalnya, ada satu staf auditorium yang positif Corona. Setelah dilakukan tracing, ada 3 yang dinyatakan terpapar Covid-19, termasuk almarhum. Selama ini, almarhum memang tidak pernah diam. Beliau selalu keliling ke ruangan staf untuk memantau pekerjaan mereka," jelas Raka Arwita, Jumat kemarin. *mis

Komentar