nusabali

Tanah Urug Longsor Saat Digali, 2 Buruh Tewas Tertimbun

Musibah Maut di Lokasi Pembangunan Hotel Kawasan Desa Sayan, Ubud

  • www.nusabali.com-tanah-urug-longsor-saat-digali-2-buruh-tewas-tertimbun

Dua buruh yang tertimbun saat musibah di lokasi proyek hotel kawasan Desa Sayan, Jumat pagi, masing-masing Dominggus Gheru Kaka dan Rafael Mone, keduanya asal Sumba Barat Daya, NTT

GIANYAR, NusaBali

Musibah maut terjadi di lokasi proyek pembangunan hotel kawasan Banjar Kutuh, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Jumat (11/9) pagi. Timbunan tanah urug mendadak longsor saat digali, sehingga dua buruh bangunan tewas tertimbun.

Dua buruh yang tewas tertimbun dalam musibah di lokasi proyek hotel, Jumat pagi pukul 09.30 Wita, masing-masing Dominggus Gheru Kaka, 21, dan Rafael Mone, 25, keduanya pekerja asal Desa Wai Taru, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT. Sedangkan 4 buruh bangunan yang ikut aktivitas penggalian tanah saat longsor kemarin, selamat dari maut karena berada di atas tebing.

Informasi di lapangan, korban Dominggus Gheru Kaka dan Rafael Mone, bersama 4 buruh lainnya, bekerja melakukan penggalian tanah di lokasi proyek, sejak pagi pukul 08.00 Wita. Mereka melakukan pekerjaan menggali tanah dalam rangka pengecoran tiang beton, untuk penguatan dinding plataran. Pembangunan hotel ini memang dibuat bertingkat ke bawah, bukan ke atas.

Awalnya, korban Domingus dan Rafael Mone bertugas menggali tanah menggunakan cangkul dan skop. Sedangkan 4 buruh lainnya bertugas menarik tanah galian dari atas, yakni Goris Gheru Biri, Darius Kabubu, Aris, dan Miten. Ketika menarikan tanah pertama hingga ke-19, semuanya berjalan dengan lancar.

Namun, musibah maut terjadi saat penarikan tanah galian ke-20 kalinya sekitar pukul 09.30 wita. Tebing tanah yang digali pada proyek hotel yang dikerjakan oleh Surya Perdana Abadi ini tiba-tiba longsor. Dua korban yang berada di dasar galian pun langsung tertimbun. Sedangkan 4 pekerja lainnya selamat karena berada di atas tebing.

Empat buruh yang selamat pun langsung berteriak minta tolong. Walhasil, semua buruh bangunan yang bekerja di proyek hotel ini berdatangan untuk mengevakuasi dua rekannya yang tertimbun. Mereka berusaha menyingkirkan material yang menimbun kedua korban menggunakan cangkul dan skop.

Setelah berjuang melalukan evakuasi secara manual selama 1,5 jam, upaya mereka membuahkan hasil. Korban pertama yang berhasil dievakuasi sekitar pukul 11.00 Wita adalah Dominggus Gheru Kaka. Saat berhasil dievakuasi, korban Dominggus dalam kondisi masih bernapas.

Selanjutnya, Unit Reskrim Polsek Ubud yang sudah tiba di lokasi TKP setelah mendapat laporan, langsung membawa korban Dominggus ke RS Ari Santi di Desa Mas, Kecamatan Ubud menggunakan Mobil Patroli 942. Sayangnya, nyawa korban Dominggus tak tertolong.

Buruh proyek berusia 21 tahun ini dinyatakan meninggal sekitar pukul 11.40 Wita, setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RS Ari Santi. Korban Dominggus tewas mengenaskan dalam kondisi keluar darah dari telinga dan hidung, serta lebam di wajah lebam, diduga mengalami cedera kepala berat.

Sebaliknya, korban Rafael Mone baru berhasil dievakuasi dari dalam timbunan material longsor, Jumat siang pukul 13.15 Wita. Evakuasi korban Rafeal dilakukan oleh tim gabyungan BPBD Kabupaten Gianyar dan Polsek Ubud. Proses evakuasi korban Rafel dipimpin langsung Kapolsek Ubud, AKP I Gede Sudyatmaja, dan Danru Pande Sastrawan dari BPBD Gianyar.

Saat berhasil dievakuasi, korban Rafael sudah dalam keadaan meninggal. Mayat buruh proyek berusia 25 tahun ini kemudian dibawa ke RS Ari Santi di Desa Mas, menggunakan mobil ambulans PMI Gianyar. “Tidak ditemnukan luka luar pada tubuh korban Rafael. Kemungkinan korban meninggal karena kehabisan Oksigen, lantaran terlalu lama tertimbun tanah,” jelas Kapolsek Ubud, AKP Gede Sudyatmaja.

Menurut AKP Sudyatmaja, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi. Dari hasil pemeriksaan, kedua buruh proyek tewas karena musibah longsor. Keduanya tertimbun pada kedalaman 10 meter, dengan galian berdiameter 6 meter. Tebing yang longsor merupakan tanah urug dengan tekstur sangat gembur. Struktur tanah tambah labil, karena malam sebelum musibah sempat turun hujan.

Informasi lain menyebutkan, lokasi proyek hotel di Banjar Kutuh, Desa Sayan ini dulunya adalah areal persawahan. Untuk membangun hotel yang di atasnya juga dibangun rumah style Bali, pekerja melakukan galian ke bawah tanah. "Di bawah sudah ada bangunan 6 lantai," ujar seorang warga setempat. *nvi

loading...

Komentar