nusabali

Belasan Warga Didenda Rp 100 Ribu

Pelanggar yang terjaring operasi langsung bayar denda di tempat

  • www.nusabali.com-belasan-warga-didenda-rp-100-ribu

BANGLI, NusaBali
Petugas gabungan Satpol PP Bangli, Dinas Perhubungan Bangli, TNI, dan Polri menggelar razia penerapan protokol kesehatan terutama penggunan masker di wilayah Bangli, Senin (7/9).

Sebanyak 15 orang terjaring raia dan dikenakan sanksi denda Rp 100.000. Puluhan orang lainnya ditegur, ada pula dihukum push up. Kepala Satpol PP Bangli, Dewa Agung Suryadarma, mengatakan razia masker digelar serentak di empat kecamatan. Dalam razia itu, banyak pelanggar yang terjaring. “Sebanyak 15 pelanggar kena sanksi sesuai Pergub Nomor 46 tahun 2020 dan Peraturan Bupati Nomor 39 tahun 2020 yakni denda sebesar Rp 100 ribu,” ungkap Dewa Agung Suryadarma. Pelanggar yang terjaring operasi langsung bayar denda di tempat. Denda yang dibayarkan masuk ke kas daerah.

Jika ada pelanggar tidak bisa bayar denda langsung di tempat, maka petugas menahan identitas diri yang bersangkutan. Setelah memperlihatkan bukti pembayaran denda, maka identitas diri dikembalikan. “Pelanggar yang terjaring langsung bayar denda di tempat,” jelas Dewa Agung Suryadarma. Dalam razia kemarin, sebanyak 29 orang diberikan teguran. Mereka diminta membuat surat pernyataan di kantor Satpol PP.

Pejabat asal Puri Susut ini menyebutkan mereka diberikan teguran karena belum tepat pakai masker. "Mereka memang pakai masker tapi tidak tepat, seperti di tempatkan di dagu. Maka dari itu kami berikan teguran,” tegasnya. Disampaikan pula, razia akan rutin dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan Covid-19. “Razia kemungkinan dilakukan minimal dua kali dalam seminggu," jelasnya.

Terpantau pula beberapa orang dihukum push-up di pinggir jalan. Menurut Dewa Agung Suryadarma, push up sebagai bentuk pembinaan bagi masyarakat. "Kemungkinan pembinaan oleh Polri saat operasi penegakan selesai. Kami berharap masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan atas kesadaran, bukan karena takut dikenakan sanksi," pintanya. *esa

loading...

Komentar