nusabali

Petani Kesulitan Pasarkan Jeruk Madu

  • www.nusabali.com-petani-kesulitan-pasarkan-jeruk-madu

AMLAPURA, NusaBali
Petani di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem mulai panen jeruk madu. Namun petani kesulitan memasarkan jeruk madu karena lesunya perekonomian.

Biasanya jeruk madu dipasarkan di acara pameran seperti Pameran Pembangunan HUT RI, HUT Kota Amlapura, pasar swalayan, dan lainnya. Harga jual pun turun dari Rp 30.000 per Kg jadi Rp 20.000 per Kg.  Ketua Sub Terminal Agrobisnis (STA), I Gusti Ngurah Alit, mulai panen jeruk madu di lahan seluas 60 are. Petik buah jeruk madu untuk dijual di pasar gotong royong di Amlapura, Jumat (4/9) nantu. “Harga jualnya turun, kali ini Rp 20.000 per kilogram, sebelumnya kisaran Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kilogram,” jelas I Gusti Ngurah Alit di Banjar Palak, Desa Besakih, Senin (31/8).

Bisanya setiap acara pameran pembangunan merayakan HUT RI selalu bawa barang dagangan andalannya, jeruk madu. Kali ini ekonomi lesu, daya beli masyarakat menurun, maka nilai jual jeruk madu ikut turun. Meski demikian I Gusti Ngurah Alit tetap memperluas kebun jeruk madu dan telah menanam di lahan seluas 1 hektare lagi. Bibitnya didatangkan dari Malang, Jawa Timur. “Jika kondisi normal, biasanya sampai kekurangan stok jeruk madu,” katanya.

Jeruk madu dengan ciri khas kulitnya kuning, rasanya lebih manis dari jeruk pada umumnya. Hanya saja bentuk fisiknya lebih bulat dan lebih kecil dari jeruk biasa. Di Desa Besakih cocok dikembangkan jeruk madu karena daerah ketinggian, suhunya dingin dengan kelembaban tinggi. *k16

Komentar