nusabali

Rapat Paripurna DPRD Tanpa Eksekutif

Cegah Klaster Penularan Covid-19 di DPRD

  • www.nusabali.com-rapat-paripurna-dprd-tanpa-eksekutif

Rapat di ruang sidang utama DPRD Buleleng hanya diisi tiga anggota dewan. Sedangkan anggota dewan lainnya mengikuti dari ruang kerja masing-masing. Adapun eksektif mengikuti dari Lobi Kantor Bupati Buleleng.

SINGARAJA, NusaBali
DPRD Buleleng menggelar Rapat Paripurna mendadak berlangsung secara virtual, Selasa (1/9). Agenda rapat, Penyampaian Jawaban Bupati Buleleng Atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020.

Rapat di ruang sidang utama DPRD Buleleng itu dilangsungkan secara terbatas, hanya diisi oleh tiga anggota dewan dan  tanpa unsur eksekutif. Perubahan skema rapat paripurna dilakukan pasca ada salah seorang anggota dewan positif Covid-19.

Rapat paripurna berlangsung pukul 10.00 Wita itu hanya dihadiri Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna dan dua Wakil DPRD Buleleng Gede Suradnyana dan Made Putri Narena. Sedangkan peserta rapat lainnya mengikuti secara virtual dari ruang kerja masing-masing, termasuk eksekutif. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, didampingi Wabup I Nyoman Sutjidra dan Sekda Buleleng Gede Suyasa bersama beberapa Asisten, mengikuti rapat paripurna di tempat yang berbeda di Ruang Rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng.

Bupati Agus Suradnyana usai penyampaian pendapat mengaku tak menghadiri rapat paripurna secara langsung karena ada salah seorang anggota dewan positif Covid-19. “Karena di DPRD ada persoalan, satu teman anggota swabnya dinyatakan positif. Saya tidak mau ada klaster perkantoran lagi, sehingga virtual saja. Esensinya juga tidak beda. Saya rasa sudah berjalan baik,” ungkap dia.

Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna menjelaskan rapat paripurna virtual itu untuk menghindari kerumunan dan interaksi banyak orang dalam satu ruangan. Meskipun belakangan ini sistem rapat paripurna dan rapat lainnya sudah menerapkan protokol kesehatan Covid-19. “Dalam situasi seperti ini bisa kami pahami. Apalagi sepekan terakhir lonjakan kasus Covid-19 meningkat tajam. Status bencana nasional juga masih berlangsung hingga saat ini,” ucap anggota dewan asal Tejakula ini.

Terkait jawaban Bupati menanggapi Pemandangan Umum Fraksi, Supriatna menilai sudah disampaikan dengan sangat jelas dan tegas. Namun masih diperlukan pembahasan dan pertanyaan dari legislatif ke eksekutif di rapat selanjutnya. Segala sesuatu yang belum jelas akan diperdalam lagi dalam rapat nanti.*k23

Komentar