nusabali

Angin Kencang Robohkan Rumah Tua Warga Kayuputih Melaka

  • www.nusabali.com-angin-kencang-robohkan-rumah-tua-warga-kayuputih-melaka

Bangunan tua berukuran tak lebih dari 5x5 meter yang dindingnya dibangun setengah bata merah dan setengah anyaman bambu beratapkan genteng hancur.

SINGARAJA, NusaBali
Sebuah rumah milik Putu Suwastika, 47, warga Banjar Dinas Sinalud, Desa Kayuptih Melaka, Kecamatan Sukasada Buleleng ambruk rata dengan tanah setelah diempas angin kencang, Minggu (23/8) pukul 17.00 Wita. Beruntung rumah tua yang selama ini dimanfaatkan untuk tempat tidur sedang kosong, sehingga tak menelan korban jiwa.

Perbekel Desa Kayuputih Melaka, Gede Gelgel Ariawan dihubungi via telepon menjelaskan bencana alam yang menimpa warganya itu terjadi saat angin kencang yang memang berembus kencang sebulan terakhir. Angin kencang yang berhembus Minggu sore tak disangka menjadi petaka bagi warganya Suwastika. Rumah yang merupakan bangunan tua itu tiba-tiba roboh.

“Bangunannya memang sudah tua, tadi saat angin kencang berembus langsung roboh, pemilik rumah kebetulan sedang berada di bangunan lain,” kata Gelgel.

Bangunan tua berukuran tak lebih dari 5x5 meter yang dindingnya dibangun setengah bata merah dan setengah anyaman bambu beratapkan genteng langsung rata dengan tanah.

Beruntung korban Suwastika masih memiliki bangunan lain di halaman rumahnya sehingga masih memiliki tempat untuk tinggal dan tidak perlu mengungsi setelah ditimpa bencana. Sejauh ini dari laporan yang diterima pemerintah desa Kayuputih Melaka, angin kencang yang berujung bencana alam hanya berdampak pada satu KK saja.

Perbekel Gelgel dalam waktu dekat ini masih meminta stafnya untuk mendata kerusakan dan jumlah kerugian untuk selanjutnya dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Kerusakan bencana alam yang menimpa Putu Suwastika diperkirakan mencapai Rp 15 juta. “Sementara baru kami distribusikan sembako dari desa, selanjutnya kami akan laporkan juga ke BPBD Buleleng untuk dapat diajukan bantuan rehab dan dinas sosial untuk bantuan lainnya,” jelas dia.*k23

loading...

Komentar