nusabali

Pelaksanaan Simulasi Konser Drive In

Kesiapan Masyarakat dan Peluang Baru Bagi Pelaku Event

  • www.nusabali.com-pelaksanaan-simulasi-konser-drive-in

DENPASAR, NusaBali
Seiring dengan keinginan untuk tetap menghidupkan industri hiburan dan industri event di tengah situasi yang tidak menentu saat pandemi, para pelaku industri event yang tergabung dalam DPD IVENDO (Dewan Industri Event Indonesia) Bali kini tengah menyiapkan manual panduan pelaksanaan event yang merujuk pada protokol kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan. Mulai dari sisi event supplier (produksi), event organizer hingga pengisi acara serta crowd control.

Dalam mewujudkan manual panduan ini, maka serangkaian simulasi pun digelar, seperti simulasi konser hybrid drive in yang berlangsung di Gong Perdamaian Kertalangu, Denpasar pada Selasa (18/8) lalu. Simulasi ini, dilakukan dengan menerapkan berbagai sistem digital, mulai dari registrasi kehadiran hingga tata cara berbelanja dengan pembayaran secara online. Tentunya dari simulasi ini, akan terdapat beberapa hasil yang dievaluasi kembali untuk panduan pelaksanaan event yang lebih baik. 

“Kita melihat polanya. Nanti setelah itu, pelaku-pelaku yang terlibat di sini, undangan-undangan ini, akan memberikan review terhadap kami. Hasil evaluasinya seperti apa terhadap pelaksanaan mulai dari registrasi sampai dengan di lokasi,” ujar Grace Jeani, Ketua DPD IVENDO Bali. 

Di simulasi yang telah berlangsung sendiri, simulasi berjalan lancar dengan jumlah peserta simulasi yang terbatas, mencakup para pelaku event, hiburan, dan kuliner, undangan, serta awak media. “Namanya simulasi yang kita lakukan dengan keterbatasan, sehingga tidak bisa mengundang dalam jumlah orang lebih banyak, memang kita yang batasi,” lanjutnya. 

Beberapa hal yang ditemui dari simulasi ini, yakni ternyata adanya masyarakat yang belum siap dengan penerapan sistem digital. “Namanya aplikasi untuk registrasi saja belum siap. Semua mintanya manual sementara kita tidak boleh. Mekanisme untuk berjualan makanan dan minuman kita sudah kelihatan, tidak bisa bayar cash. Berarti kan teman-teman, pemerintah, perbankan, dan lain-lain kita butuhkan untuk edukasi terhadap masyarakat,” katanya.

Diharapkan, setelah manual ini dirampungkan, para pelaku event dan pemerintah akan memiliki panduan mengenai protokol yang harus dilakukan dalam mengadakan suatu event, utamanya dalam promosi pariwisata Bali dan sekaligus menciptakan peluang baru bagi para pelaku event dalam menggelar kegiatan sejenis.*cr74

Komentar