nusabali

Tilang 310 Pelanggar, 216 Pelanggaran Tanpa Helm

Operasi Patuh Lempuyang 2020 di Jembrana

  • www.nusabali.com-tilang-310-pelanggar-216-pelanggaran-tanpa-helm

NEGARA, NusaBali
Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Patuh Lempuyang 2020, dari Kamis (23/7) hingga Kamis (5/8), jajaran Satlantas Polres Jembrana menjaring 981 pelanggar lalu lintas.

Dari 981 pelanggar itu, 310 ditilang dan 671 diberikan teguran. Dari 310 pelanggar yang ditilang itu, 216 di antaranya merupakan pelanggaran pengendara roda dua tanpa memakai helm.


Kasat Lantas Polres Jembrana Iptu Shinta Ayu Pramesti, mengatakan total pelanggaran selama Operasi Patuh tahun 2020 ini, menurun dibanding Operasi Patuh 2019. Pada tahun lalu, terjaring sebanyak 1.669 pelanggar, dengan penindakan 1.553 tilang dan 116 teguran. “Yang ditilang tahun ini, menurun 1.243. Sedangkan yang teguran naik 555,” ujarnya, Minggu (9/8).

Meski jumlah pelanggaran menurun dibanding tahun lalu, sambung Iptu Shinta,  untuk jenis pelanggaran terbanyak, masih didominasi pelanggaran pengendara roda dua tanpa menggunakan helm. Pada Operasi Patuh tahun 2019 lalu, ada sebanyak 331 pelanggar tanpa memakai helm yang ditilang. Sementara tahun ini, terjaring 216 pelanggar tanpa mengenakan helm. “Untuk pengendara di bawah umur, tahun ini sudah jauh menurun. Tahun lalu, ada308 pengendara di bawah umur. Sedangkan tahun ini, ada 38 pengendara di bawah umur,” ucap Iptu Shinta.

Sedangkan terkait data kejadian kecelakaan lalu lintas, kata Iptu Shinta, menurun dibanding tahun lalu. Selama Operasi Patuh 2019, ada 6 kejadian kecelakaan lalu lintas. Sedangkan tahun ini, ada 3 kejadian kecelakaan lalu lintas. Namun dari sisi korban jiwa, lebih banyak tahun ini, dengan jumlah 3 korban meninggal dunia. Sedangkan tahun lalu, hanya ada 1 korban meninggal dunia. “Untuk penyebab kecelakaan tahun ini, masih didominasi karena faktor human error, kurang hati-hati di jalan. Selain juga ada faktor alam, seperti yang waktu ini, ada pemotor yang jatuh dan dilindas truk karena menggilas pecahan beton di jalan,” tutur Iptu Shinta. *ode

loading...

Komentar