nusabali

Ardana Ngotot Jalankan Program

Pasca Pembekuan Pengurus Asita Bali Oleh DPP

  • www.nusabali.com-ardana-ngotot-jalankan-program

DPD Asita Bali belum ambil langkah susulan setelah lakukan penolakan dan mosi tidak percaya terhadap tindakan DPP yang membekukan DPD Bali.

DENPASAR, NusaBali

Ketua DPD Asita Bali, I Ketut Ardana SH, yang dilengserkan DPP menyatakan Asita Bali dalam kondisi kompak dan solid menyusul pembekuan. Asita Bali tetap akan melanjutkan program-program dan melaksanakan tugas membangun dan memajukan pariwisata Bali. Sebaliknya Eddy Sunyoto MBA, Plt Ketua DPD Asita Bali yang ditunjuk DPP menegaskan siap melaksanakan amanah dari DPP.

Pernyataan Ardana dan Eddy Sunyoto tersebut disampaikan saat dihubungi NusaBali secata terpisah, Rabu (5/8). “DPD Asita Bali kompak, bersatu dan sangat solid sekali melakukan kegiatan melanjutkan apa-apa yang menjadi program Asita,” ujar Ardana. Di antaranya roadshow untuk site inspection penerapan SOP Kesehatan Tatanan Kehidupan Baru atau new normal. “Ini yang keempat kalinya,” ungkap Ardana menyebut agenda yang dilakukan bersama 37 pengurus dan anggota DPD Asita Bali, Rabu kemarin di Leke-Leke Baturiti, Tabanan.

Ardana mengatakan DPD Asita Bali belum mengambil langkah-langkah susulan setelah melakukan penolakan dan mosi tidak percaya terhadap tindakan DPP yang membekukan DPD Asita Bali dan penunjukan Plt Ketua DPD Asita Bali.”Kita masih menunggu respon DPP,” ujarnya. Jadi sebelum ada respon, pihaknya belum mengambil langkah-langkah lain. Kemungkinan penolakan dan mosi tidak percaya masih dibaca, dipelajari oleh DPP.

Sambil menunggu respon dari DPP, Ardana menyatakan DPD melakukan pemantauan terhadap Plt Ketua DPD Asita Bali yang ditunjuk DPP, Eddy Sunyoto.

Sejauh ini, Eddy Sunyoto menurut Ardana tidak ada koordinasi terhadap DPD Asita Bali. Padahal yang bersangkutan merupakan anggota DPD Asita Bali. Terpisah Plt Ketua DPD Asita Bali, Eddy Sunyoto, tidak mau  menanggapi penolakan atau mosi tidak percaya DPD Asita Bali periode 2016-2021 yang dipimpin I Ketut Ardana kepada DPP Asita. Alasannnya, penolakan tersebut ditujukan kepada DPP.

“Jadi Bapak telepon aja DPP. Saya tidak ada tanggapan,” jawab Eddy Sunyoto, dihubungi, Rabu kemarin. Sebagai Plt Ketua, Eddy Sunyoto menyatakan akan menjalankan amanah dari DPP. Dia juga menyatakan tidak ada koordinasi dengan I Ketut Ardana, Ketua DPD Asita Bali 2016-2021 “Nggak ada. Karena begini, sebetulnya saya sebagai Plt ini kan sah dan legitimate karena ditunjuk oleh DPP. Sedangkan DPD Asita Bali kan sudah dibekukan,” katanya. Sementara sebagai sekretariat, Eddy Sunyoto memanfaatkan kantor perusahaannya di Jalan Kerta Dalem, Sidakarya, Denpasar Selatan.“Saya tak mau kayak orang lain, terus datang ujug-ujug mau menduduki sekretariat, segala macam. Saya tak mau itu,” ujarnya. Eddy Sunyoto menyatakan akan berjalan sesuai dengan amanah yang diberikan oleh DPP.

Eddy Sunyoto menyatakan pihaknya sudah mulai melakukan koordinasi dengan anggota Asita. “Sudah dengan teman-teman yang bisa saya hubungi, pelan-pelan. Anggota DPD Asita Bali 400 kan tidak mungkin (cepat). Yang bisa menerima alhamdulilah, yang belum menerima, saya tunggu sampai dia mengerti,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan DPD Asita Bali periode 2016-2017 di bawah pimpinan Ketua I Ketut Ardana dan I Putu Winastra sebagai  Sekretaris dibekukan DPP Asita dibekukan DPP. Pembekuan berdasarkan Surat No 012/DPP-ASITA/K/VII/2020 DPP tanggal 30 Juli 2020. Masih dengan tanggal yang sama dengan No 013/DPP-ASITA/K/VII/2020, menunjuk Eddy Sunyoto sebagai Plt Ketua DPD Asita Bali dan Ketut Sudiarsa sebagai Sekretaris. Surat ditandatangani Ketua Umum ASITA Dr N Rusmiati dan Wakil Sekretaris Jenderal Bahriyansyah. *k17

Komentar