nusabali

Bappenas Garap Bali Utara

Dukung Pemerataan Destinasi Wisata

  • www.nusabali.com-bappenas-garap-bali-utara

JAKARTA, NusaBali
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa siap menggarap potensi pariwisata di wilayah Bali Utara.

Hal itu untuk mendukung jumlah kunjungan wisatawan di Pulau Dewata.  Dia berharap sektor pariwisata di Bali tidak hanya berfokus di wilayah bagian selatan saja, seperti yang selama ini berlangsung. Karenanya, Suharwo memastikan, Bappenas juga akan berupaya mengembangkan destinasi wisata di wilayah Bali bagian utara.

"Agar jangan sampai terjadi overload turisme di Bali wilayah selatan, maka pengembangan destinasi wisata di wilayah Bali utara juga harus ditingkatkan," kata Suharso, dalam telekonferensi, Selasa (4/8).

Suharso berjanji, Bappenas akan terus mendorong upaya percepatan, agar destinasi wisata di wilayah Bali Utara agar terus dikembangkan.

Misalnya dari aspek kebandarudaraannya, penyebarluasan informasi bahwa di Bali bagian utara itu sangat kaya akan sumber daya laut dan perikanannya.

"Bali utara itu juga sangat banyak ikannya. Jadi di sana itu ada industri perikanannya juga, kemudian universitas, lalu pertanian dan peternakan juga ada di sana," ujar Suharso.

Suharso menambahkan, keunggulan destinasi wisata di wilayah Bali bagian utara itu, nantinya akan lebih fokus kepada aspek alam yang berpadu selaras dengan aspek rekayasa manusianya.

Hal itu menurutnya akan menjadi varian baru, dari aspek wisata Bali secara keseluruhan. Di mana, wilayah Bali selatan khususnya di wilayah Ubud, adalah inti dari pariwisata Bali itu mengedepankan aspek wisata kultural-alamiahnya.

Lebih jauh Suharso Monoarfa juga menyebutkan, pandemic Covid-19 akan mendorong arah pariwisata berbasis kualitas karena menerapkan tatanan normal baru. Menurut Suharso, di masa mendatang tidak ada lagi pariwisata massal, tapi quality tourism.

Menurut Suharso, pariwisata akan lebih banyak fokus terhadap kualitas yakni beberapa grup wisatawan namun tingkat pengeluaran mereka lebih besar dibandingkan wisatawan yang datang secara rombongan besar namun belanja sedikit.

Arah pariwisata itu, kata Suharso, sejumlah destinasi menerapkan normal baru yakni dengan menerapkan protokol kesehatan di antaranya kewajiban menggunakan masker, sanitasi tangan, jaga jarak dan tidak berkerumun. Suharso juga menilai aman jika melakukan aktivitas wisata asalkan didukung dengan protokol kesehatan. *ant

loading...

Komentar