nusabali

Buleleng Tambah 4 Positif, Eks Pasien Covid-19 Meninggal

  • www.nusabali.com-buleleng-tambah-4-positif-eks-pasien-covid-19-meninggal

Kecamatan Buleleng masih mendominasi diikuti Sawan dan Banjar pada penambahan kasus terbaru.

SINGARAJA, NusaBali
Gugus Tugas Percepatan Penangan (GTPP) Covid-19 Buleleng kembali menerima data yakni empat kasus terkonfirmasi Covid-19 baru, Selasa (4/8). Penambahan kasus baru masih didominasi warga asal Kecamatan Buleleng.  Di hari yang sama, GTPP juga menyatakan satu pasien sembuh yang juga berasal dari Kecamatan Buleleng setelah mendapatkan diagnosis klinis dari Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP).

Juru bicara GTPP Buleleng, Ketut Suwarmawan, Selasa (4/8), memaparkan perkembangan kasus Covid-19 di Buleleng terakhir secara kumulatif berjumlah 152 orang. Dari jumlah itu, 125 orang sudah sembuh, satu orang meninggal dunia. Sedangkan yang masih menjalani perawatan 26 orang.  “Hari ini (kemarin, Red) ada penambahan empat orang, dua di antaranya berasal dari Kecamatan Buleleng, satu orang dari Kecamatan Sawan dan satu orang lagi dari Kecamatan Banjar. Dua kasus konfirmasi simtomatik dirawat di rumah sakit dan dua kasus lainnya menjalani isolasi mandiri,” ucap Suwarmawan yang Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Kabag Prokom) Setda Buleleng.

Kasus konfirmasi yang dirawat di RS Pratama Giri Emas adalah pasien dari Kecamatan Buleleng sudah menjalani isolasi sejak 3 Agustus lalu dan terkonfirmasi Covid-19 dengan gejala pneumonia. Kasus dan gejala yang sama juga ditunjukkan pada pasien Covid-19 baru asal kecamatan Sawan.

Sedangkan kasus terkonfirmasi simtomatik yang diputuskan untuk menjalani isolasi mandiri adalah pedagang asal Kecamatan Buleleng. Dia bergejala hilangnya fungsi indra penciuman dan perasa, kini menjalani isolasi mandiri. Satu lagi, pasien asal Kecamatan Banjar yang mengalami gejala demam dan gagal ginjal.

Penambahan empat kasus baru di gugus tugas Buleleng diimbangi dengan pasien sembuh satu orang. Pasien asal Kecamatan Buleleng ini dinyatakan sembuh setelah diisolasi sejak tanggal 20 Juli lalu. Pasien yang bersangkutan dinyatakan terkonfirmasi pada 24 Juli lalu dengan gejala pneumonia. Penambahan kasus baru di Buleleng tim surveylance tetap memantau dan mendata kasus kontak erat. “Untuk penambahan hari ini masih dalam tracing, sedangkan yang penambahan kasus kemarin (Senin, Red) sudah didapat kasus kontak erat dari 4 kasus konfirmasi sebanyak 15 orang,” jelas Suwarmawan.

Selasa (4/8) kemarin, eks pasien Covid-19 yang meninggal dunia pasca 5 hari sebelumnya dinyatakan sembuh. Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng Gede Suyasa,  dikonfirmasi terpisah, menegaskan eks pasien Covid-19 asal Kecamatan Buleleng itu meninggal karena menderita penyakit penyerta jantung dan pneumonia. Eks pasien Covid-19 Buleleng berumur 61 tahun ini sudah dinyataka negatif pada tanggal 27 Juli lalu tiga hari berselang yakni tanggal 30 Juli lalu dinyatakan sembuh berdasarkan diagnosis klinis DPJP. Hanya saja setelah dinyatakan sembuh eks pasien Covid-19 belum dipulangkan karena masih harus menjalani perawatan penyakit penyertanya. “Setelah lima hari sembuh posisi masih dalam perawatan penyakit penyerta tadi malam tepat pukul 00.00 Wita dinyatakan meninggal dunia, karena sebelumnya sudah negatif, yang bersangkutan masuk dalam catatan pasien sembuh,” kata Sekda Buleleng ini.

Hanya saja untuk mengantisipasi penularan penyakit penyertanya dan kemungkinan lain jenazah diputuskan untuk menjalani desinfeksi jenazah di intalasi forensik RSUD Buleleng. Jenazah eks pasien Covid-19 itu pun sudah langsung dikremasi keluarganya pada Selasa (4/8) pukul 15.00 Wita. *k23

loading...

Komentar